Inovasi dan Kredibilitas SDM Tekan Biaya Logistik Industri

Husen Miftahudin    •    Rabu, 11 Nov 2015 08:59 WIB
logistik
Inovasi dan Kredibilitas SDM Tekan Biaya Logistik Industri
Chief Executive Officer (CEO) PT Kamadjaja Logistics, Ivan Kamadjaja (paling kanan). (FOTO: dokumentasi pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) PT Kamadjaja Logistics, Ivan Kamadjaja mengatakan, inovasi dan kredibilitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama keberhasilan industri menekan biaya logistik di tengah persaingan bisnis yang makin ketat saat ini.

Menurutnya, penerapan inovasi dan ketersediaan SDM andal mampu menekan biaya logistik dari 24 persen terhada Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 20 persen.

"Inovasi sangat diperlukan  untuk menekan biaya logistik yang tinggi. Apalagi biaya logistik di Indonesia adalah tertinggi di ASEAN. Ini tidak boleh terjadi lagi. Harus ada solusi terintegrasi untuk menghapus ekonomi biaya tinggi," ujar Ivan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/11/2015).

Ia menambahkan, tantangan terbesar industri logistik saat ini adalah menciptakan dan menerapkan inovasi yang tepat agar dapat menghasilkan sistem supply chain yang kompetitif. Perseroan dipimpinnya kini mencoba menerapkan solusi terintegrasi melalui K-Log Park yang tersebar di Jakarta, Surabaya, dan Medan.

"Perekonomian Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN. Kita bisa menjadi pusat logistik di Kawasan Regional. Keadaan ini hanya dapat dicapai apabila didukung inovasi dan sumber daya manusia andal," paparnya.

Terlebih, lanjut Ivan, dalam waktu dekat Indonesia akan bersaing dalam perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini membuat pihaknya terus bersiap dengan memperluas jaringan logistik, pelatihan meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta menjalin kemitraan erat dengan kalangan pelaku usaha di bidang transportasi untuk memastikan sistem logistik makin efektif dan efisien.

"Kami siap berkompetisi. Inovasi menjadi senjata ampuh kami untuk menguasai industri logistik di ASEAN. Harus diakui, banyak tantangan, tapi solusinya adalah inovasi," pungkas Ivan.


(AHL)