Polisi Buru Pencuri Modus Hipnotis yang Beraksi Sejak 1998

Antara    •    Rabu, 11 Nov 2015 11:44 WIB
pencurian
Polisi Buru Pencuri Modus Hipnotis yang Beraksi Sejak 1998
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. (Foto:MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi tengah memburu Bolong dan Penmbah pelaku pencurian dengan modus hipnotis. Kedua pelaku menyaras rumah yang hanya ditempati pembantu rumah tangga.

"Kelompok ini sudah beraksi sebanyak 40 kali sejak 1998," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta, Rabu, (11/11/2015).

Polisi mendapatkan nama kedua pelaku dari pengakuan Abdul Hakim dan David. Abdul Hakim dan David terlebih dahulu ditangkap,. Polisi menangkap Abdul Hakim dan David sesuai laporan polisi nomor: 111/K/X/2025/Sektor Kembangan tertanggal 28 Oktober 2015.

Salah satu korban adalah Ratny Visma. Dari rumah di Kavling Pertahanan dan Keamanan Blok I-2 Nomor 10 RT08/02 Joglo Kembangan, Jakarta Barat, pelaku menggasak uang Rp400 juta.

Krishna menjelaskan, dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan modus sebagai orang pintar mengobati penyakit. Kemudian menghipnotis korban dengan menyasar pembantu rumah tangga. "Pelaku beraksi pada siang hari dengan sasaran pembantu rumah tangga saat keluar untuk belanja dan majikannya bekerja," ujar Krishna.

Para pelaku tidak masuk ke rumah. Pelaku hanya menghipnotis pembantu rumah tangga dengan mengendalikan melalui telepon selular.

Melalui telepon selular, tersangka memerintahkan pembantu rumah tangga mengambil barang berharga dan uang milik majikan. Usai mendapatkan barang curian, pelaku kabur dan menjual hasil kejahatannya ke Pasar Palmerah, Jakarta Barat, dan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Selain mengejar pelaku, Krishna akan meminta penyidik Polsek Kembangan, Jakarta Barat, menangguhkan penahanan pembantu rumah tangga Nurjanah. Nurjanah diduga tidak terlibat jaringan penjahat itu.


(YDH)