Pertamina Keluarkan USD2,15 Miliar Operasikan Kembali TPPI

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Nov 2015 15:06 WIB
kilang tppi
Pertamina Keluarkan USD2,15 Miliar Operasikan Kembali TPPI
Kilang TPPI di Tuban, Jawa Timur (MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jawa Timur: PT Pertamina (Persero) harus mengeluarkan sejumlah uang untuk investasi pengoperasian kembali kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) mencapai sebesar USD2,15 miliar. Pengoperasian kilang ini diharapkan memberi dampak terhadap laju perekonomian di waktu-waktu mendatang.

"Pengoperasian kembali TPPI membutuhkan investasi sebesar USD2,15 miliar, yang ditanamkan sebelumnya," ungkap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, sekaligus memberikan penjelasan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat kunjungannya ke kilang TPPI, Tuban, Jawa Timur, Rabu (11/11/2015).

Ia menambahkan, kilang TPPI ini dapat menghasilkan sekitar 61.000 barel per hari premium, 10.000 barel per hari HOMC, dan 11.500 barel per hari solar, serta memproduksi elpiji hingga 480 metrik ton per hari.

Dari situ, total penghematan devisa negara dari BBM dan LPG dari TPPI mencapai sekitar USD2,2 miliar. "Manfaat pengoperasian TPPI ini tentu saja tidak sebatas penghematan devisa, akan tetapi banyak aspek, mulai dari sentimen positif terhadap investasi, ketenagakerjaan, maupun efek berganda lainnya," terang Dwi.

Sekadar diketahui, kilang TPPI dapat mengolah sekitar 100 ribu barel per hari kondensat dan atau naphta. Dari pengolahan bahan baku dengan mogas mode akan diperoleh beberapa produk minyak, seperti elpiji, solar, fuel oil, premium, dan HOMC.  Apabila dioperasikan dengan aromatic mode, TPPI dapat memproduksi petrochemical, seperti paraxylene, orthoxylene, benzene, dan toluene yang dibutuhkan oleh industri nasional.

Kilang TPPI dibangun pada 1995, dan merupakan salah satu kilang terbaik di Indonesia dari sisi teknologi dan tingkat efisiensi. Peresmian beroperasinya TPPI oleh Pertamina merupakaan tahapan dan pencapaian penting bagi penataan industri migas dan peningkatan efisienssi dan ketahanan energi nasional.


(ABD)