Kunjungi Indonesia, PM Australia Ingin Perbaiki Hubungan

Fajar Nugraha    •    Rabu, 11 Nov 2015 18:17 WIB
indonesia-australia
Kunjungi Indonesia, PM Australia Ingin Perbaiki Hubungan
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Sydney: Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada Kamis (12/11/2015). Bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Turnbull bermaksud memperbaiki hubungan kedua negara.

Hubungan Indonesia dan Australia memanas di bawah kepemimpinan Tony Abbott. Beberapa isu yang menyebabkan keuda negara memanas antara lain, penyadapan, eksekusi dua gembong narkoba Australia serta isu sikap Negeri Kanguru yang menolak imigran gelap.

Turnbull diwarisi masalah-masalah ini dari Abbott dan dia bermaksud memperbaiki hubungan. Para pengamat pun menilai kunjungan Turnbull sangat penting di tengah makin bertambahnya pengaruh Tiongkok di kawasan Asia.

"Penting bagi Turnbull untuk menarik perhatian dari Indonesia, di mana ada potensi untuk memulai fokus ulang atas hubungan kedua negara melihat pengaruh Tiongkok dalam hubungan dengan Indonesia," ujar Direktur Asian Studies Centre di University of Sydney Adrian Vickers, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (11/11/2015).

"Ini bisa menjadi cara baik bagi Indonesia untuk mengingatkan kembali keberadaan Australia dan keuntungan potensial dalam hubungan ekonomi," lanjutnya.

Indonesia pada dasarnya termasuk dalam sepuluh besar rekan perdagangan Australia. Selain itu, Indonesia juga menjadi pasar ekspor terbesar bagi Australia pada 2014, yang mencapai sekitar 1,3 miliar dolar Australia.

Kedua negara bekerja sama erat dalam masalah perlawan terhadap teroris. Namun sejak Abbott naik ke tampuk kekuasaan pada 2013, hubungan kedua negara didera gangguan.

Ini termasuk isu penyadapan terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian ditambah pula dengan polisi dorong kapal pencari suaka ke wilayah Indonesia, yang merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Indonesia.

Ketegangan makin meningkat pada Mei 2015 lalu ketika dua gembong narkoba Australia dieksekusi mati.

Diharapkan, dengan kunjungan Turnbull ini, hubungan kedua negara bisa lebih erat lagi.


(FJR)