Stimulus Moneter Eropa Angkat Rupiah dari Tekanan Ekonomi AS

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 11 Nov 2015 19:50 WIB
rupiah menguat
Stimulus Moneter Eropa Angkat Rupiah dari Tekanan Ekonomi AS
Rupiah (ROMMY PUJIANTOMI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menilai nilai tukar rupiah tertolong oleh pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB).

Agus mengatakan sebenarnya posisi mata uang Garuda bisa lebih rendah dibanding posisi saat ini karena pemulihan ekonomi Amerika Serikat terlihat makin kuat, sehingga peluang kenaikan suku bunga semakin terlihat.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, mata uang global terutama negara-negara berkembang semakin tertekan. Akan tetapi kenyataannya justru pada saat yang sama masih terdapat kebijakan stimulus moneter dari Eropa, sehingga mampu mengurangi tekanan yang ditimbulkan dari sentimen kenaikan suku bunga AS.

"Kita lihat sekarang ada berita kuat di AS dan stimulus tetap diberikan oleh Eropa. Sehingga hari ini tidak terjadi satu kondisi yang terlalu menekan rupiah," kata Agus ditemui usai menyambangi Menko Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015),

Agus menambahkan, sejatinya mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami pelemahan dengan pemulihan di AS.

"Jadi mata uang negara berkembang tidak terlalu tertekan padahal sebetulnya dari sisi kita (rupiah) dengan AS itu risk off. Biasanya kalau risk off, mata uang kita semua tertekan, tapi adanya stimulus Eropa membuat itu set off," jelasnya.

Kurs tengah Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah hari ini berada di level Rp13.576 per dolar AS, menguat dibanding posisi awal pekan ini yang berada di posisi Rp13.687 per USD.



(SAW)

Vonis untuk Novanto (3)

Vonis untuk Novanto (3)

6 hours Ago

Skenario Setya Novanto untuk menghindarkan diri dari jerat KPK semakin jelas. Setidaknya itulah…

BERITA LAINNYA