Jalin Kontrak Politik, PCNU Kendal Terancam Dibekukan

Iswahyudi    •    Rabu, 11 Nov 2015 21:26 WIB
nahdlatul ulama
Jalin Kontrak Politik, PCNU Kendal Terancam Dibekukan
Koordinator Forum Peduli NU Kendal, Ali Rozikin, menunjukkan surat yang akan diadukan ke PBNU. Foto: Metrotvnews.com/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Langkah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, Danial Royyan, melakukan kontrak politik dengan mendukung pasangan calon bupati Kendal Mirna Anissa-Masrur Maskur, dikecam anggotanya.

Sejumlah pengurus PCNU Kabupaten Kendal yang mengatasnamakan Forum Peduli NU Kendal berencana mengadu ke pengurus PBNU untuk membekukan PCNU Kabupaten Kendal pimpinan Danial. Mereka berangkat ke Jakarta untuk bisa langsung bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siradj, pada Rabu, 11 November, malam ini.

Kontrak politik ini diketahui setelah Danial mengedarkan surat kontrak itu ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), jemaah Fattayah, jemaah Muslimah, dan sejumlah lembaga di bawah naungan PCNU Kendal.

Wakil Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU Kabupaten Kendal, Ali Rozikin, yang sekaligus koordinator Forum Peduli NU Kendal mengatakan beredarnya surat kontrak itu merupakan tindakan yang salah. "Lembaga keagamaan tak boleh berpolitik," kata Ali, saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu (11/11/2015).

Sebelum melaporkan ke PBNU, Ali bersama Wakil Seketraris PCNU Kendal, Irsyad, Wakil Ketua Lakpesdam NU Kendal, Sunarso, sudah mengadukan surat kontrak itu ke Ketua Tanfidriyah PWNU Jateng Abu Hafzin. "Beliau bilang kalau PCNU Kendal sudah keterlaluan. Bahkan sudah layak dibekukan oleh PBNU," kata Ali menirukan Abu Hafzin.

Tak lama setelah menemui PWNU Jateng, tepatnya pada Senin, 9 November, Ali mencoba mengonfirmasi keabsahan surat kontrak itu ke Tabayyun Rois Syuriyah PCNU Kendal, K.H. Izzudin Abdussalam dan Katib KH Abdul Majid. Keduanya ikut menandatangani surat kontrak itu.

"Namun, K.H. Izzuddin mengaku tidak tahu jika yang ditandatangani itu surat pemberitahuan, bukan perjanjian kontrak politik. Dia mengaku tidak tahu dan tak menyangka kalau surat itu ada hubungannya dengan kontrak politik," kata Ali.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA