Mabes Polri Ketahui Pembakar Rumah Ibadah di Rembang

Meilikhah    •    Kamis, 12 Nov 2015 01:14 WIB
pengrusakan
Mabes Polri Ketahui Pembakar Rumah Ibadah di Rembang
Ilustrasi. Polisi bersenjata berjaga di depan puing-puing rumah ibadah yang dibakar orang tak dikenal di Desa Ngata Baru, Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (2/3).ANTARA FOTO/Basri Marzuki.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Suharsono menyebut pelaku pembakaran rumah ibadah penganut kepercayaan Sapta Darma di Rembang, Jawa Tengah, sudah diketahui. Tindakan itu murni dilakukan warga.

"(Pelaku pembakaran) murni warga. Sampai tadi pagi kami dapatkan info dari kapolres murni warga dan muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) langsung turun tangani. Clear. Jadi ada peristiwa dan langsung menangani," jelas Suharsono, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).

Suharsono mengatakan situasi di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah sudah kondusif. Petugas di lapangan juga tengah memediasi antara warga dan penganut kepercayaan Sapta Darma untuk dicarikan kata sepakat agar tak terjadi hal serupa.

"Sudah ada tindaklanjut dari aparat setempat dan dimediasi untuk di pindahkan ke tempat lain," katanya.

Menurut Suharsono berdasarkan laporan di lokasi, unsur yang dibakar warga bukanlah rumah ibadah melainkan masih dalam bentuk pondasi batu bata dan bangunan yang belum utuh. Rencananya, di tempat tersebut akan dibangun sarana ibadah untuk penganut kepercayaan Sapta Darma berbentuk candi yang diberi nama Candi Busono.

"Jadi bukan pembakaran bangunan. Wong baru batu bata, pondasi dan kusen baru dipasang jadi kelihatan tingginya baru beberapa meter. Nah, yang dilihat di depan itu dikumpulkan lalu dibakar," jelas Suharsono.

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa 10 November 2015, rumah ibadah penganut kepercayaan Sapta Darma di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah dibakar massa tak dikenal. Tindakan itu ditaksir menyebabkan kerugian mencapai Rp100 juta.


(OGI)