ICW: Dana Bansos Rawan Disalahgunakan

Ilham wibowo    •    Kamis, 12 Nov 2015 08:23 WIB
dana bansos
ICW: Dana Bansos Rawan Disalahgunakan
Koordinator ICW Wilayah Banten Ade Irawan (kiri) usai deklarasi melawan korupsi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (13/10). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Badan Pekerja di Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan, dana bantuan soaisal (Bansos) rawan disalahgunakan. Ia menyebut, dari temuannya dana ini digunakan untuk kepentingan popularitas dan modal politik bagi incumbent mencalonkan kembali.

"Dana Bansos menjadi masalah laten setiap tahunnya. Tidak hanya terjadi di daerah akan tetapi juga terjadi di Nasional. Dana Bansos ini rawan disalahgunakan," tutur Ade dalam acara Bincang Pagi, Metro Tv, Kamis (12/11/2105)

Menurut Ade, kepala derah memegang langsung penyaluran dana Bansos ini. Kepala daerah bisa menentukan lembaga mana saja yang bisa mendapatkan bantuan ini dan proses pencairannya jauh lebih cepat.

ICW telah menemukan dua kepentingan kepala daerah yang mengindikasikan penyalahgunaan dana Bansos tersebut. "Pertama untuk peningkatan popularitas. Proyeknya ada, programnya ada tetapi diatur konsepnya seolah menjadi bantuan dari kepala daerah. Kedua kami temukan untuk modal politik. Dana ini dipakai untuk kepentingan langsung pemenangan kandidat terutama petahana," papar dia.

Sementara itu, Ketua Perludem Didik Supriyanto mengatakan, peraturan pemerintah memberikan keleluasaan bagi kepala daerah menyalurkan dana Bansos. Ia menilai ada celah besar dalam peraturan tersebut.

"Bahkan bisa saja orang-perorang dianggap katakanlah miskin, kurang sejahtera untuk kepentingan pendidikan dan lain-lain, celahnya besar," tuturnya.

Menurut didik, pencegahan penyalah gunaan dana Bansos ini bukan bagaimana acara menyalurkannya akan tetapi kapan dana ini bisa disalurkan. "Kalau mau kita tinjau ulang, dana bansos itu dibatasi saja pengeluarannya, misanya menjelang pilkada," ucapnya.

 


(OGI)