Produksi Kedelai di Bali Turun 15,07%

   •    Kamis, 12 Nov 2015 10:51 WIB
kedelai
Produksi Kedelai di Bali Turun 15,07%
Ilustrasi kedelai (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kedelai di Bali berdasarkan angka ramalan II (Aram II) di 2015 diperkirakan sebanyak 6.953 ton biji kering atau mengalami penurunan sebanyak 1.234 ton atau 15,07 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Menurunnya produksi kedelai itu akibat berkurangnya luas panen 242 hektare (ha) atau 4,52 persen dan menurunnya produktivitas sebesar 1,69 persen," kata Kepala BPS Provinsi Bali Panasunan Siregar, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Kamis (12/11/2015).

Ia mengatakan, Bali pada 2014 menghasilkan kedelai sebanyak 8.187 ton biji kering, meningkat 754 ton atau 10,14 persen dibandingkan di 2013. Berkurangnya produksi kedelai di Bali terjadi pada subround II yakni pada periode Mei-Agustus 2015 sebanyak 1.189 ton biji kering (19,96 persen) dan subround III (September-Desember) sebesar 123 ton biji kering (6.51 persen).

Panasunan menambahkan, peningkatan produksi justru terjadi pada subround I (Januari-April 2015) sebesar 78 ton biji kering (22,94 persen). Menurunnya produksi kedelai di Bali paling tinggi terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali Barat, sebesar 1.115 ton dan secara persentase penurunan produksi kedelai terjadi di Kabupaten Buleleng yang mencapai 86,05 persen.

Dia menjelaskan, menurunnya produksi kedelai di Bali akibat berkurangnya luas panen 242 ha (4,52 persen) sebagai akibat menurunnya luas panen dan pengalihan komoditas lain seperti semangka dan melon di Kabupaten Jembrana.

Selain itu sebagian tanaman kedelai di Kabupaten Klungkung dialihkan ke tanaman jagung manis akibat persediaan air yang sangat terbatas pada musim kemarau, disamping perbaikan saluran irigasi.


(ABD)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA