Siswi SMP Diajak Temui Teman, Mabuk, lalu Disetubuhi

Antara    •    Kamis, 12 Nov 2015 11:25 WIB
pencabulan
Siswi SMP Diajak Temui Teman, Mabuk, lalu Disetubuhi
Ilustrasi persetubuhan, Ant

Metrotvnews.com, Cilacap: Dua pria berusia belasan tahun dilaporkan ke Polres Cilacap, Jawa Tengah. Pasalnya, kedua pemuda itu melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan yang juga masih berusia belasan tahun.

Kepala Polres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya mengatakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah menangani laporan tersebut. Polisi juga telah mengamankan kedua remaja laki-laki tersebut.

"Kedua remaja laki-laki itu berinisial HK, 15 dan AN, 16. Sementara perempuan masih berstatus sebagai pelajar SMP di Bantarsari, Cilacap," kata Kapolres, Kamis (12/11/2015).

Di lain tempat Kepala Unit PPA AIPTU Sibrak Suwadri mengatakan penahanan kedua remaja pria itu bermula dari laporan orangtua korban. Kemudian petugas mengamankan HK dan AN untuk penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa bermula saat AN mengirim pesan singkat ke korban, B, untuk jalan-jalan pada Minggu 8 November 2015. B setuju. 

Keduanya pun bertemu di sebuah salon. AN juga mengajak temannya, HK, dalam pertemuan tersebut.

Kemudain ketiganya bersepeda motor menuju Curug Mujan di Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari. Ketiganya pun minum minuman keras sehingga B mabuk berat.

"Setelah mengetahui korban mabuk berat, kedua tersangka membawa korban ke salon tempat mereka bertemu. Lalu kedua pelaku membawa korban ke kamar mandi dan melakukan hubungan layaknya suami istri," ungkap AIPTU Sibrak.

Pemilik salon yang masih kerabat tersangka HK mengetahui kejadian itu. Pemilik salon memarahi kedua remaja laki-laki itu. Pemilik salon pun menyuruh AN dan B pulang dalam kondisi mabuk.

Setibanya di rumah, orangtua B terkejut dengan kondisi anaknya yang mabuk berat. Setelah mendapat cerita dari anaknya, orangtua pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

Atas kejadian itu, HK dan AN menjadi tersangka dalam tindak pidana melakukan persetubuhan. Keduanya dianggap melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perubahan
Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kedua tersangka dijerat dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp300 juta.
 


(RRN)