Sudirman Said Diminta Sebut Nama Mafia Freeport dan Petral

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 12 Nov 2015 11:31 WIB
freeport
Sudirman Said Diminta Sebut Nama Mafia Freeport dan Petral
Menteri Sudirman Said--Antara/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said diminta mengumumkan nama politikus yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pencatutan bertujuan untuk mendapatkan sejumlah saham di PT Freeport Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI H. Refrizal mengirimkan sebuah surat terbuka agar Sudirman segera mengatakan siapa politikus tersebut. "Saya harap bapak 'Jangan ngomong doang' tanpa menyebut nama?" kata Refrizal dalam surat elektronik yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (12/11/2015).

Anggota dewan dapil Sumatera Barat II ini juga meminta Sudirman untuk mengungkap pihak ketiga yang turut campur tangan dalam bisnis anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Enegy Trading Limited (Petral).
 
‎Berikut surat terbuka yang diterima Metrotvnews.com‎, Kamis (12/11/2015):

Saya harap bapak segera menyampaikan atau Mengumumkan ke Publik nama-nama politisi yang menjadi MAFIA di PT FREEPORT dan nama-nama MAFIA melibatkan orang kuat sesuai pernyataan bapak di PT PETRAL (Anak Perusahaan PT PERTAMINA) MENGATUR Harga Pembelian BBM yang sangat MERUGIKAN Rakyat banyak, saya harap bapak "Jangan ngomong doang", tanpa menyebut nama? Terima kasih

Dari H. REFRIZAL


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan Sudirman Said segera melaporkan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo. Tujuannya, agar aparat penegak hukum bisa menindak oknum yang diduga menjual nama Presiden demi mendapatkan saham PT Freeport.

"Memang sebaiknya Menteri ESDM bisa jelaskan secara transparan atau melaporkan hal ini kepada penegak hukum," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji kepada Metrotvnews.com, Kamis (12/11/2015).

Menurut dia, bila ada pelaporan, KPK bisa mengkaji kasus ini untuk menentukan langkah penegakan hukum lebih lanjut. Dari kajian, tambah dia, lembaga antikorupsi bisa mengetahui apakah kasus ini dapat dikategorikan sebagai pemerasan atau bukan.

Jumat 6 November lalu, Sudirman menyebut ada oknum yang menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengeruk keuntungan pribadi. Nama orang nomor satu dan nomor dua terpenting di negeri ini itu dimanfaatkan untuk meminta saham PT Freeport Indonesia.

Orang tersebut, kata Sudirman, menjual nama Presiden dan Wakil Presiden untuk menjadi jembatan perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia. Sesuai kontrak, izin perusahaan asal AS itu akan berakhir tahun 2021.

Sudirman sudah melaporkan kejadian itu kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Tujuannya, agar Jokowi dan Jusuf Kalla bisa menindaklanjuti. "(Beliau) marah sekali," kata Sudirman.

Minggu 8 November, hasil audit investigasi anak usaha PT Pertamina (Persero) yaitu Petral mengungkap temuan keganjilan beberapa dokumentasi Petral. Tercatat dalam dokumentasi tersebut ada pihak ketiga yang turut campur tangan dalam bisnis pengadaan jual beli minyak mentah selama ini.

Sudirman Said mengatakan telah mendengarkan presentasi oleh manajemen Pertamina terkait dengan hasil audit investigasi dan forensik anak usahanya.

"Hasil nomor satu terbukti tercatat dalam berbagai dokumentasi di Petral ada pihak ketiga yang bukan merupakan manajemen Petral dan bagian manajemen Pertamina yang ikut campur dan intervensi dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di PT Pertamina Energy Service (PES)," jelas Sudirman, dalam konferensi pers, di Hotel Dharmawangsa, Jalan Wijaya, Jakarta, Minggu (8/11/2015).

Pihak ketiga itu, lanjut Sudirman, melakukan berbagai kecurangan mulai dari ikut campur urusan tender sampai membocorkan harga menggunakan instrumen karyawan manajemen Petral untuk memenangkan kepentingannya.

Menurut Sudirman, sikap pemerintah konsisten tidak ada perubahan. Setelah mengkaji temuan-temuan audit ini dan dirasa yakin, pemerintah akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA