Ada Pihak Manfaatkan Isu Ketidakamanan Selat Malaka

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 12 Nov 2015 11:34 WIB
tni al
Ada Pihak Manfaatkan Isu Ketidakamanan Selat Malaka
Panglima Armabar Laksamana Muda TNI A. Taufiq R-----MTVN/Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah isu miring menyebutkan perairan Selat Malaka tidak aman. Isu tersebut diembuskan sejumlah pihak buat mengeruk keuntungan finansial. Imbasnya, TNI Angkatan Laut yang jadi korban.

Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R menyebut, pihaknya menjadi sasaran tembak.

"Kami dianggap tidak mampu mengamankan laut Indonesia," kata Taufiq dalam konferensi pers di Markas Komando Armabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).

Taufiq mencontohkan, kabar soal pencurian biasa di atas kapal. Kabar tersebut disalahartikan dengan disebut perompakan. Apalagi dibumbui dengan pelaku menggunakan senjata api dan melukai nahkoda dan kru.

Namun, kata Taufiq, fakta di lapangan tidak seperti yang dihebohkan. Hal itu dipastikan ketika personel Armabar mendatangi tempat yang diduga sebagai tempat kejadian perkara.  

Dia menduga, ada pihak yang sengaja memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan bisnis. Salah satunya, pemilik kapal diminta membayar asuransi keamanan dengan biaya yang sangat tinggi.

"Sekarang kita ingin membuat standar definisi apa yang dimaksud dengan pembajakan," ujar Taufiq.

Taufiq menegaskan, ada 32 kapal di sekitar kawasan komandonya. Di antaranya di perairan Selat Melaka, Selat Sunda, dan Natuna. Kapal tersebut beroperasi 24 jam setiap harinya. Pengoperasian kapal tersebut merupakan hal yang rutin dilakukan. Bukan atas dasar peningkatan keamanan di kawasan yang dianggap rawan terjadinya tindakan kriminal.

"Kondisi Selat Melaka, semakin hari, semakin kondusif untuk melakukan bisnis di sana," tegas Taufiq.


(TII)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

4 hours Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA