Jokowi Heran Pilkada Serentak Sepi Atribut

Desi Angriani    •    Kamis, 12 Nov 2015 11:39 WIB
pilkada serentak
Jokowi Heran Pilkada Serentak Sepi Atribut
Presiden Joko Widodo,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pilkada serentak 2015 sebentar lagi digelar. Namun Pilkada kali ini jauh berbeda dari pesta rakyat sebelumnya yang meriah dan ingar bingar. Antusiasme warga tidak terasa alias minim dalam menyambut Pilkada kali ini.

Presiden Joko Widodo mengaku heran Pilkada serentak 2015 sepi atribut atau alat peraga kampanye.

"Mestinya setiap pesta demokrasi kelihatan pestanya. Saya lihat kok tenang semuanya. Apa semua merasakan seperti itu," tanya Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Eco-Park Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/11/2015).

Pria kelahiran Solo itu berharap ketenangan tersebut berlangsung hingga hari H pemilihan. Penyelenggaraan pilkada serentak akan menjadi pengalaman penting sebelum Indonesia sampai pada pemilu nasional serentak pada 2019.

“Moga-moga ini ketenangan yang akan kita dapatkan sampai akhir perhelatan pilkada ini dapat menjadi rujukan dalam pemilu serentak berikutnya. Serta untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu Nasional Serentak di Tahun 2019,” ungkap Jokowi.

Karena itu, Jokowi meminta seluruh jajaran aparat keamanan siaga menjaga keamanan selama pelaksanaan pilkada serentak. Khusus Kepala Badan Intelijen Daerah diminta melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi konflik.

Jokowi juga meminta TNI dan Polri independen dan netral dalam seluruh proses penyelenggaraan pilkada serentak.

"Saya tekankan tidak berpihak karena dalam pertandingan politik diperlukan aturan main yang jelas dan wasit profesional," kata dia.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Acara ini juga dihadiri seluruh gubernur, bupati, wali kota; ketua KPU dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota; ketua bawaslu dan panwaslu dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten; para pangdam, danrem, dan dandim; para kapolda dan kapolres; para kajati dan kajari dan para kabinda.


(MBM)