Perlu Edukasi Mumpuni Dorong Masyarakat ke Pasar Modal

Dheri Agriesta    •    Kamis, 12 Nov 2015 15:49 WIB
pasar modal
Perlu Edukasi Mumpuni Dorong Masyarakat ke Pasar Modal
Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA FOTO/Patar/Basri Marzuki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyadari kurangnya pemahaman terhadap pasar modal membuat masyarakat enggan ikut berpartisipasi didalamnya. Dibutuhkan edukasi yang matang dan mumpuni agar masyarakat mau terjun ke pasar modal.

"Oleh karena itu dibutuhkan pendidikan kepada masyarakat untuk memahami ini. Karena jangan dianggap ini mendapat penghasilan tetap, walau sebagian mengetahui, jangan-jangan nanti perusahaannya rugi atau ekonomi turun. Jadi dibutuhkan suatu kampanye untuk memahami ini," kata JK, di Bursa Efek Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).

Selain itu, lanjut JK, stabilitas ekonomi nasional juga dibutuhkan. Pemerintah, kata JK, selalu berusaha agar ekonomi dapat tumbuh dengan baik setiap tahunnya. Kondisi ekonomi yang tidak stabil belakangan membuat ekonomi Indonesia juga terseret ke arah negatif. Kondisi tercermin dengan posisi IHSG yang terkadang juga mengalami penurunan.

Hal seperti itu, jelas JK, harus dijelaskan kepada masyarakat luas secara terbuka. Tak hanya itu, bermain saham juga butuh perhitungan jangka panjang yang matang. Mereka yang terjun di pasar saham selama puluhan tahun paham bahwa ada perubahan yang terjadi setiap tahunnya.

"Oleh karena itu saham apa pun, di mana pun di dunia ini selalu begitu. Jadi kita punya tanggung jawab bersama untuk memajukan ekonomi kita," kata JK.

JK pun mengapresiasi kampanye menabung lewat saham ini. Menurutnya investasi selalu menjadi cara jitu untuk memajukan pertumbuhan ekonomi. "Karena tidak mungkin bertumbuh itu pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat tanpa investasi. Dan investasi dapat dicapai dari tabungan yang cukup dari masyarakat," pungkas JK.


(ABD)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

16 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA