Butuh Biaya Berobat Anak, AR Nekat Merampok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 12 Nov 2015 17:22 WIB
perampokan
Butuh Biaya Berobat Anak, AR Nekat Merampok
Foto: Ilustrasi perampokan/Ant_Ardika

Metrotvnews.com, Bandung: Kasus perampokan yang menewaskan sopir mobil boks pabrik roti di Pintu Tol Cikedung, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, terungkap. Perampokan yang digagas AR, 37, ini dilakukan untuk biaya pengobatan anaknya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Indramayu AKP Niko Adi Putra mengatakan, perampokan pada Minggu 1 November 2015, itu dilakukan oleh empat orang. Kawanan perampok menggondol uang sebanyak Rp18,2 juta usai menganiaya dan membunuh sopir mobil boks pabrik roti, Yanto, 37.

"Otak pelakunya AR, yang juga satu kerjaan dengan korban. Tiga dari empat pelaku dan korban saling mengenal," kata AKP Niko Adi Putra saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (12/11/2015).

Tak lama, dua dari empat pelaku diciduk petugas Satreskrim Indramayu dan Polda Jawa Barat. Kedua perampok yakni ACG, 29, dan AR, 37, diciduk di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sementara dua pelaku lainnya M, 50, dan S, 31, masih diburu polisi.

Kawanan perampok membuntuti korban saat mengendarai mobil boks dari Majalaya menuju Cirebon, Sabtu 31 Oktober 2015. Di perjalanan, AR dan kawan-kawan memepet kendaraan korban.

"Para pelaku dengan menggunakan mobil sewaan ini memepet mobil korban di daerah Ciwaringin atau setelah RS Sumber Waras Cirebon. Lalu para pelaku memukuli korban, setelah itu mengambil uang setoran sebanyak Rp18,2 juta," ujar dia.

Jasad korban dimasukkan ke dalam mobil. Selanjutnya, AR dan kawan-kawan membuang mobil berikut jasad korban di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sehari kemudian, jasad korban ditemukan di dalam mobil boks bernomor polisi D 8759 VM. Kondisi korban sangat mengenaskan. Leher korban terlilit handuk, tangan dan kaki terikat tali. Sopir perusahaan roti CV Roti Saron, di Majalaya, Kabupaten Bandung, itu mengalami patah tulang hidung dan rusuk serta lebam bagian punggung dan perut.

"Jasad korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat dipindahkan ke mobil boks tersebut. Pelaku langsung kabur ke arah Cikamurang," imbuh dia.

Sementara itu, uang hasil kejahatan itu dibagi-bagi. AR, otak perampokan, mendapat bagian yang lebih besar.

Kepada penyidik AR mengaku nekat merampok dan menghabisi nyawa korban lantaran butuh biaya untuk berobat anaknya. AR mengaku putrinya yang berusia 7 tahun menderita leukemia.

"Motif AR berlatar belakang uang. Alasannya karena AR butuh biaya besar untuk pengobatan putrinya berusia tujuh tahun yang menderita penyakit leukemia. Setiap minggu anak AR harus kemoterapi di RS Sartika Asih Bandung yang menghabiskan biaya Rp1,2 juta," pungkas dia.

AR dan ACG kini mendekam di ruang tahanan Markas Polres Indramayu. Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Keduanya terancam hukuman lima tahun penjara.


(TTD)