Gunakan Auditor Asing, Kementerian ESDM Dinilai Bertentangan dengan Konstitusi

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 12 Nov 2015 17:39 WIB
freeport
Gunakan Auditor Asing, Kementerian ESDM Dinilai Bertentangan dengan Konstitusi
Margarito Kamis--MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaudit Pertamina dan Pertamina Enegy Trading Limited (Petral) memakai auditor asing dinilai tidak tepat. Sebab dalam konstitusi hanya ada dua auditor, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan dan atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.

"Menurut saya itu salah, karena dalam konstitusi kita itu hanya ada dua, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan atau Bada‎n Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kalau ingin melakukan audit tertentu itu harus dimintakan kepada BPK, tidak bisa tidak‎," kata Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2015).‎

Menurut Margarito, berdasarkan konstitusi yang berlaku di Indonesia, sebuah lembaga maupun badan usaha yang menggunakan uang negara harus diaudit oleh BPK atau BPKP.‎ "Tidak ada pilihan, jika pilihan Pak ESDM menggunakan jasa auditor internasional kepada Petral, bertentangan dengan konstitusi," kata dia.

Margarito ingin mendengar penjelasan secara langsung alasan Menteri ESDM Sudirman Said terkait penggunaan auditor asing tersebut. Penjelasan itu penting agar tidak menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang.

"Bagi saya itu pertanyaan yang sangat wajar dan perlu dijelaskan oleh ESDM itu sendiri. Dijelaskan secara terbuka, dan menteri bertugas menjelaskan itu. Jangan justru mengundang kegaduhan lagi," ujar dia‎

Menurut Menteri Sudirman, sikap pemerintah konsisten tidak ada perubahan. Setelah mengkaji temuan-temuan audit ini dan dirasa yakin, pemerintah akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya.

PT Pertamina (Persero) telah menggunakan auditor asing yang membidangi audit investigasi untuk melakukan audit Petral. Dari hasil audit terungkap temuan keganjilan beberapa dokumentasi Petral. Tercatat dalam dokumentasi tersebut ada pihak ketiga yang turut campur tangan dalam bisnis pengadaan jual beli minyak mentah selama ini.

Sudirman Said mengaku telah mendengarkan presentasi manajemen Pertamina terkait dengan hasil audit investigasi dan forensik anak usahanya. Yang terpenting terbukti tercatat dalam berbagai dokumentasi di Petral ada pihak ketiga ikut campur dan intervensi dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produk BBM di PT Pertamina Energy Service (PES). Pihak ketiga itu bukan merupakan dari Petral dan Pertamina.


(YDH)