Harga Minyak Brent Merosot di Bawah USD45/Barel

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 13 Nov 2015 07:33 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Brent Merosot di Bawah USD45/Barel
Ilustrasi kilang minyak. (AFP PHOTO/MARC PREEL)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mentah dunia jatuh hampir empat persen pada perdagangan Kamis waktu setempat. Bahkan, harga si emas hitam ini mencapai posisi terendahnya.

Pelemahan tersebut karena beberapa ancaman yang mengguncang harga minyak ke level terendahnya. Pedagang pun terkesima dengan kenaikan pasokan minyak AS secara terus menerus yang disertai dengan perkiraan suram minyak mentah dunia untuk tahun depan.

Reuters melansir, Jumat, 13 November, harga patokan minyak mentah Brent turun di bawah USD45 per barel untuk pertama kalinya sejak Agustus. Ini merupakan penurunan keenam dari tujuh hari beruntun lebih dari USD6 per barel atau 12 persen.

Penurunan terbaru ini dipicu oleh data yang menunjukkan bahwa stok minyak AS masih meningkat pesat dan menuju rekor tertingginya yang dicapai pada April kemarin, meskipun produksi shale AS melambat. Data US Weekly menunjukkan stok minyak naik 4,2 juta barel, empat kali di atas ekspektasi pasar.

Dalam laporan bulanannya, OPEC mengatakan output turun pada Oktober tapi pada level saat ini masih bisa menghasilkan surplus harian di atas 500.000 barel pada 2016.

Sementara itu, harga minyak berjangka Brent LCOc1 merosot USD1,75 per barel atau 3,8 persen menjadi USD44,06 per barel. Harga minyak jatuh dalam seminggu terakhir dan membuat minyak Brent menyentuh posisi terendah sejak Agustus.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS CLc1 berakhir turun USD1,18 atau 2,8 persen menjadi USD41,75 per barel. Harga minyak ini terendahnya mencapai USD37,75 pada Agustus kemarin.

Kemudian untuk harga bensin berjangka AS, RBc1, juga babak belur atau jatuh empat persen. Sementara minyak pemanas berjangka, HOc1, tenggelam tiga persen dari kenaikan persediaan yang tak terduga karena cuaca hangat yang terjadi secara musiman.


(AHL)