Wapres Hadiri Diskusi Internasional tentang Pengelolaan Hutan

Dheri Agriesta    •    Jumat, 13 Nov 2015 10:28 WIB
kebakaran hutan
Wapres Hadiri Diskusi Internasional tentang Pengelolaan Hutan
Jusuf Kalla: Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka diskusi tentang penanganan kebakaran hutan dan kabut asap. Pemerintah ingin mendengar masukan para pakar sebelum mengikuti Conference of Parties (COP) ke-21 tentang perubahan iklim di Paris, Perancis, Desember.

Diksusi internasional tentang penanganan kebakaran hutan dan asap dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, diagendakan turut hadir.

Setelah itu, Wapres akan salat Jumat di Kompleks Istana Presiden. Agenda Wapres selanjutnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Pembakaran hutan dan lahan tidak terkendali selama Agustus hingga Oktober. Pemerintah merilis, tahun ini hutan dan lahan yang terbakar seluas 1,7 juta hektare. Hitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, luas hutan dan lahan yang hangus 2,1 juta hektare. Data Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia 3,4 juta hektare.

Pada 3 November, Media Research Center, lembaga riset di bawah naungan Media Group, menggelar focus group discussion soal kebakaran hutan dan lahan.

FGD ini dihadiri 33 narasumber dengan latar belakang pemerintah, akademisi, pakar hukum, aktivis lingkungan, dan pengusaha. Selain menyampaikan narasi umum, narasumber mengisi instrumen yang kemudian diolah dengan metode analytical hierarchy process.

(Klik: Pemicu Kebakaran Hutan dan Lahan)

Hasilnya, dari 33 narasumber, 13,9 persen menilai pemicu utama kebakaran hutan dan lahan adalah lemahnya penegakan hukum. 13,6 persen narasumber menyebut penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah kesalahan pengelolaan lahan gambut dan non-gambut. Sebesar 12,7 persen menilai penyebabnya sistem pencegahan dini tidak berjalan.


(TRK)