Polisi: Angkutan Umum Tak Tutup Pintu, Ditilang

Ilham wibowo    •    Jumat, 13 Nov 2015 11:31 WIB
angkutan umum
Polisi: Angkutan Umum Tak Tutup Pintu, Ditilang
Petugas Kepolisian dan Dishub DKI Jakarta memeriksa surat kelengkapan angkutan umum ketika menggelar razia di Terminal Pulogadung, Jakarta, Selasa (13/10/2015). Foto: Wahyu Putro A/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Mulai Senin 16 November, seluruh angkutan umum di Jakarta wajib menutup pintu. Berani melanggar, polisi akan mengganjar tilang dan denda Rp250 ribu.

"Ini sudah ada payung hukumnya. Jangan bandel," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto di Jakarta, Jumat (13/11/2015). 

Aturan yang dimaksud Budiyanto adalah Pasal 124 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pengemudi angkutan umum yang melanggar akan dikenai sanksi pidana dengan hukuman penjara selama 1 bulan atau denda Rp250 ribu.

Budi menjelaskan, jajarannya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah gencar menyosialisasikan aturan ini ke terminal-terminal dan sejumlah pangkalan angkutan umum. Senin pekan depan, pengemudi wajib menerapkan aturan tersebut. 

Menurut Budi, aturan tersebut digalakkan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan para pengguna moda transportasi umum. Terlebih selama ini banyak sekali angkutan umum yang muatannya melebihi batas. Bahkan tak jarang para penumpang bergelantungan di pintu kendaraan.

"Itu kan jelas membahayakan penumpang, juga pengendara lain. Aturan ini memang harus ditegakkan untuk keselamatan," tutur Budi.

Budi membantah jika aturan tersebut akan meningkatkan kerawanan kejahatan pada angkutan umum. Sebab, lanjutnya, petugas lalu lintas akan selalu memantau di sepanjang jalan.

"Petugas banyak di lapangan, jika ada tindakan kriminal segera dilaporkan," ucapnya.


(KRI)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA