Sampoerna Enggan Bahas Kenaikan Harga Rokok

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Nov 2015 13:33 WIB
sampoerna
Sampoerna Enggan Bahas Kenaikan Harga Rokok
Sejumlah pekerja mitra produksi sigaret (MPS) PT HM Sampoerna melinting rokok dengan peralatan tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Hanjaya Mandala Tbk (HMSP)‎ enggan berkomentar banyak mengenai penyesuaian harga rokok setelah ada kenaikan tarif cukai di 2016.

"Saya tidak membahas harga di masa depan, tapi itu penting untuk mengetahui bahwa pemerintah telah mendengar keluhan industri. Saya juga sangat senang Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro juga mengambil pertimbangan pada tarif pajak untuk tangan dari pajak SKT,‎" tutur Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Norman Janelle, ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/11/2015).

‎Dampak perlambatan ekonomi, diakuinya, menggerus banyak industri, seperti industri rokok. Meski demikian, perseroan menegaskan belum bisa berkomentar banyak terkait target penjualan tahun depan.

"Kinerja tahun depan, saya belum bisa berbicara banyak terkait penjualan dan lainnya," ungkap dia.

Sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berencana menaikkan harga jual rokok menanggapi kenaikan tarif cukai.  Kenaikan tiap produknya akan berbeda-beda.

"Jadi biasanya tahapan itu range Rp100-300 per pak. Rp 300 isi 16, Rp 100 isi 12 batang. Kadang-kadang Rp50," kata Direktur Gudang Garam Heru Budiman.

Gudang Garam pun menerapkan strategi akan kenaikan tersebut. Dia menerangkan, setelah kenaikan akan melihat respons masyarakat. Kemudian, perseroan juga memperhatikan respons dari pemain sejenis terhadap kenaikan cukai tersebut.

"Yang kita juga di level pertama lihat apakah kita sendirian atau diikuti yang lain. Saya tidak mau jadi penjual rokok paling mahal. Kelihatannya tanpa perjanjian semua pemain rokok sama," ‎ujar Heru.


(AHL)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA