PAN Tak Diundang Dalam Rapat Perubahan Nama KIH

Al Abrar    •    Jumat, 13 Nov 2015 13:46 WIB
jokowi
PAN Tak Diundang Dalam Rapat Perubahan Nama KIH
Ilustrasi--Antara/Zarqoni

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku tidak dilibatkan dalam perubahan nama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menjadi partai-partai Pendukung Pemerintah. Namun hal tersebut dinilai wajar karena PAN tidak tergabung dalam KIH.

"Itu kan kesepakatan antarpartai yang tergabung di KIH. Kita kan bukan di KIH, Jadi wajar kita tidak mengetahui rencana perubahan ini," kata Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno saat dihubungi, Jumat (13/11/2015).

Ketika disinggung apakah nantinya PAN bakal berafilasi dengan partai-partai pendukung pemerintah, Eddy menegaskan, akan membahas secara internal. Namun, PAN akan selalu mendukung pemerintah. "Teknisnya akan kita bahas internal, tetapi pelaksanaannya akan sesuai dengan spirit bergabungnya PAN ke pemerintah," Eddy menjelaskan.

Malam tadi, Presiden Joko Widodo dan petinggi KIH menggelar pertemuan tertutup di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung selama 2.5 jam.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum Hanura Wiranto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketum PPP Romahurmuziy.

Tak tampak Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau perwakilan PAN lainnya yang hadir di Istana Merdeka. Padahal Rabu 2 September, PAN menyatakan resmi bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan didampingi Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir dan Sekjen PAN Eddy Soeparno dengan difasilitasi Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan pihaknya bersilaturahim dengan Presiden untuk satu maksud dan tujuan jelas. "Kami sepakat bulat menyatakan PAN bergabung dengan pemerintah menyukseskan seluruh program pemerintah untuk kepentingan bangsa dan negara seluruh Indonesia, kepentingan NKRI," terangnya.


(YDH)