IDI Minta Program Magang Dokter Muda Dievaluasi

Cornelius Eko Susanto    •    Jumat, 13 Nov 2015 14:27 WIB
kesehatan
IDI Minta Program Magang Dokter Muda Dievaluasi
IDI berduka cita atas meninggalnya Dionisius Giri Samodra. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai dokter peserta program Internship Dokter Indonesia tidak mendapatkan pembekalan cukup untuk bertugas di daerah. PB IDI mendesak pemerintah mengevaluasi program tersebut.

“Tentara saja kalau mau tugas di daerah diberi pembekalan ilmu, fisik, dan mental cukup. Sedangkan dokter muda dilepas begitu saja ke daerah,” kata Ketua PB IDI Zaenal Abidin, Jumat (13/11/2015).

Pernyataan Zaenal merespons meninggalnya dokter Dionisius Giri Samodra saat magang di Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku. Ia menderita virus campak hingga ke otak. Diduga, Andra meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan.

Menurut Zaenal, program magang dokter muda seharusnya meniru program Nusantara Sehat yang baru dirilis Kementerian Kesehatan. Sebelum berangkat ke daerah, tim dokter yang akan bertugas diberi pembekalan ilmu, budaya, dan situasi keamanan selama tiga bulan.

Misalnya, dokter yang akan ikut harus diberitahu soal penyakit endemis di wilayah tugasnya dan mendapat pemahaman soal penanganan penyakit tersebut. “Jangan misalnya, dokter yang punya penyakit kronis asma, ditugaskan di daerah yang bisa menimbulkan asmanya kambuh,” terang Zaenal.

Zaenal juga mengkritisi minimnya puskesmas dan rumah sakit untuk dokter muda magang. “Kalau belum ikut internship mereka tidak bisa praktek. Imbasnya, setelah lulus banyak dokter yang menganggur selama setahun atau lebih.”

Program internship diatur dalam UU Pendidikan Kedokteran. Program ini wajib diikuti untuk pemahiran dan pemandirian dokter. Program berjalan selama satu tahun, delapan bulan di puskesmas dan empat bulan di rumah sakit.


(TRK)