Menang Pemilu, Partai Pimpinan Suu Kyi Terkejut

Fajar Nugraha    •    Jumat, 13 Nov 2015 15:56 WIB
pemilu myanmar
Menang Pemilu, Partai Pimpinan Suu Kyi Terkejut
Pendukung Partai NLD yang merayakan kemenangan pemilu (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Yangon: Perubahan besar dalam pemilu Myanmar tahun ini. Partai yang dipimpin oleh tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi menang pemilu, namun pihak partai terkejut dengan raihannya.

Pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum Myanmar menyebutkan, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) berhasil menyapu 348 kursi parlemen. Hasil ini melebihi 239 kursi untuk suara mayoritas.

NLD memenangkan 238 kursi di Majelis Rendah. Selain itu mereka juga memenangkan 110 kursi di Majelis Tinggi Parlemen Myanmar.

Kemenangan besar dari NLD tidak hanya mengejutkan para pengamat, tetapi juga anggota partai itu sendiri. Partai NLD bahkan memperkirakan kemenangan partai tak lebih dari 60 persen.

"Kami pikir akan menang sekitar 60 persen, tetapi hasil yang didapat justru 80 persen kemenangan," ujar Juru Bicara NLD, Nyan Win, seperti dikutip The Straits Times, Jumat (13/11/2015).

Satu-satunya saingan dari NLD adalah Partai USDP yang masih memiliki kaitan dengan militer. USDP yang mengusung Presiden Thein Sein dalam pemilu lalu, tidak mendapatkan dukungan banyak dalam pemilu kali ini.

Nyan Win pun tentunya menyambut baik kemenangan ini. Dia pun menyindir USDP yang membuat kekuasaan militer tetap kuat di Myanmar.

"Rakyat Myanmar tidak ingin diperintah oleh militer, mereka tidak menyukainya. Rakyat sudah cukup dengan kekuasaan militer yang mencapai 60 tahun," tegas Nyan Win.

Fokus utama saat ini berada pada pertemuan antara Pemimpin NLD Aung San Suu Kyi, Presiden Thein Sein, Jenderal Ming Aung Hlaing dan Ketua Parlemen Shwe Mann.

"Pertemuan ini akan sangat penting. Karena mereka tidak punya pengalaman dalam pemindahan kekuasaan ke pihak lain, khususnya kepada pihak partai oposisi. Jadi kami ini melakukan negosiasi dan kompromi dengan halus," tuturnya.

Win pun tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi pihak USDP dan militer menegaskan akan tetap menghormati hasil pemilu ini.


(FJR)