Demokrat Minta Hasil Audit Petral Dibuka ke Publik

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 13 Nov 2015 16:57 WIB
freeport
Demokrat Minta Hasil Audit Petral Dibuka ke Publik
Ilustrasi--Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam audit investigasi PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Sebab ada ketidakkompakan antara Menteri ESDM Sudirman Said dan Direktur Utama PT Pertamina Dwi Sudjipto saat mengungkap kerugian negara dalam pembelian minya mentah melalui Petral.

"Dirut Pertamina menyebut tidak ada kerugian dari hasil audit tersebut, sementara Menteri ESDM Sudirman Said menyebut ada kerugian ratusan triliun. Mana yang bisa dipercaya," ujar Ketua Bidang Komunikasi Publik, DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2015).

Imelda juga mempertanyakan penggunaan auditor asing, Kordamentha, untuk melakukan investigasi dengan bayaran 1 juta dolar. "Kenapa harus pakai Kordamentha, tidak pakai big five auditor seperti PWC atau lainya. Bahkan saya melihat adanya ketidakpercayaan Pertamina dan Sudirman Said kepada BPK," ujarnya.

Dia menantang Pertamina atau Kementerian ESDM untuk membuka hasil audit kepada publik. "Buka saja biar tidak simpang siur, termasuk bagaimana proses penunjukan auditornya. Kenapa waktu auditnya dibatasi? Itu semua harus dijelaskan," ujarnya.

PT Pertamina (Persero) telah menggunakan auditor asing yang membidangi audit investigasi untuk melakukan audit Petral. Dari hasil audit terungkap temuan keganjilan beberapa dokumentasi Petral. Tercatat dalam dokumentasi tersebut ada pihak ketiga yang turut campur tangan dalam bisnis pengadaan jual beli minyak mentah selama ini.

Sudirman Said mengaku telah mendengarkan presentasi manajemen Pertamina terkait dengan hasil audit investigasi dan forensik anak usahanya. Yang terpenting terbukti tercatat dalam berbagai dokumentasi di Petral ada pihak ketiga ikut campur dan intervensi dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produk BBM di PT Pertamina Energy Service (PES). Pihak ketiga itu bukan merupakan dari Petral dan Pertamina.


(YDH)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA