Konferensi ICIS, Langkah Memperkuat Pemikiran Islam Moderat

Fajar Nugraha    •    Jumat, 13 Nov 2015 16:59 WIB
kemenlu
 Konferensi ICIS, Langkah Memperkuat Pemikiran Islam Moderat
FGD bahas Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin (Foto: Dok.Kemlu0

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia mendukung penyelenggaran pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Konferensi ini diharapkan bisa hasilkan acuan pemikiran Islam moderat.

"ICIS yang diselenggarakan sejak tahun 2004 mengingat misinya untuk mempromosikan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin. ICIS berkontribusi dalam menjawab tantangan-tantangan global saat ini seperti meningkatnya radikalisme dan gerakan-gerakan terorisme yang mengatasnamakan Islam," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar negeri Esti Andayani, dalam diskusi di Kemenlu, Kamis (12/11/2015), seperti diterangkan dalam keterangan tertulis Kemenlu yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (13/11/2015).

Berbagai narasumber hadai dalam diskusi fokus (FGD) yang hadiri oleh kurang lebih 120 peserta. Narasumber pada FGD tersebut adalah Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu RI Duta Besar Hasan Kleib,  Wakil Ketua Umum PBNU (2010-2015) As’ad Said  Ali, Nasihin Masa dan Endi Bayuni.

Kegiatan FGD dengan tema Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Perdamaian Dunia itu  diselenggarakan dalam menyambut penyelenggaraan ICIS IV yang akan diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang pada 23-25 November 2015. ICIS IV diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), dan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.   

Lebih lanjut Dubes Esti Andayani menambahkan bahwa Pemri selama ini telah aktif mempromosikan inisiatif-inisiatif yang dapat meningkatkan pemahaman antar agama dan peradaban antara lain melalui kegiatan United Nations Alliance of Civilization (UNAoC) di Bali tahun 2014 dan Dialog Lintas Agama (DLA).

Sementara itu, K.H. Hasyim Muzadi, Sekjen ICIS pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ICIS IV memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi dunia dengan mempromosikan  Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Islam moderat yang berkembang di Indonesia dapat menyumbang pada perdamaian dunia karena nilai-nilai moderasi (wasathiyah) merupakan sebuah jalan tengah dari sebuah keyakinan yang ada di antara kutub ekstremisme dan liberal.

"Diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk terus membawa pemikiran Islam moderat baik di Indonesia maupun di tataran dunia. Salah satu cara adalah melalui jalur pendidikan, yang selama ini telah dipraktekan oleh UIN Malang, yaitu menggabungkan pendidikan, spiritualisme, dan thariqoh," menurut Hasyim Muzadi.

"Agar kegiatan ICIS IV dapat menghasilkan sebuah dokumen yang akan menjadi acuan pemikiran (mindset) mengenai Islam Moderat," lanjutnya.

Penyelenggaraan ICIS IV yang mengusung tema "Upholding Islam as Rahmatan Lil ‘Alamin: Capitalizing Intellectuality and Spirituality Towards Better Life of Human Beings", bertujuan untuk memperkuat pemahaman Islam yang moderat dan toleran serta mempromosikan sistem pendidikan yang memadukan fikir dan zikir untuk melahirkan amal saleh sebagai landasan bagi etika global.


(FJR)