Porsi Migas Negara Bertambah dari Perpanjangan Kontrak PSC

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Nov 2015 17:21 WIB
energi mega persada
Porsi Migas Negara Bertambah dari Perpanjangan Kontrak PSC
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perpanjangan kontrak Production Sharing Contract (PSC) oleh PT Energi Mega Persada (EMP) atas Blog Gebang, Sumatera Utara, kali ini diperkirakan akan memberikan penerimaan porsi migas yang lebih besar bagi negara dibandingkan kontrak PSC sebelumnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mewakili pemerintah menyatakan kegembiraannya atas perpanjangan kontrak ini. Pasalnya, kini porsi pemerintah di dalam PSC ini semakin besar.

"Saya sangat senang dengan negosiasi ini karena negara lebih baik porsinya," jelas Wirat, di Kantor Direktorat Jendral Migas, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Untuk PSC kali ini, Wirat mengungkapkan, porsi yang didapatkan negara lebih besar dibandingkan dahulu yakni untuk porsi minyak sebesar 82,5 persen dari sebelumnya 80 persen. Sedangkan untuk porsi gas, dahulu 70 persen sekarang menjadi 72 persen. "Jadi bagian negara lebih banyak," ucap dia.

Dengan porsi seperti itu, Wirat berharap, produksi blok Gebang bisa lebih baik ke depannya. Apalagi EMP juga sudah berkomitmen untuk menambah investasi dalam tiga tahun ke depan. "Pertama USD500 ribu. Tahun kedua sekitar USD15 juta. Tahun ketiga sekitar USD8 juta. Ini investasi cukup besar selama tiga tahun," sebut dia.

Untuk tahun pertama, EMP rencananya akan melakukan studi Geografi, Geologi, dan Produksi (GGRP) dengan pengeluaran USD500 ribu. Lalu tahun kedua, EMP berencana untuk melakukan survei seismik dan eksplorasi satu sumur dengan nilai pengeluaran sekitar USD14,8 juta. Tahun ketiga EMP akan mengeluarkan USD7,8 juta untuk studi G dan G serta pengeboran satu sumur baru lagi.



(ABD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA