Punya Kualitas, UKM Optimis Hadapi Perdagangan Bebas

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 14 Nov 2015 05:56 WIB
ukm
Punya Kualitas, UKM Optimis Hadapi Perdagangan Bebas
Pakar Komoditi Rumput Laut, Linawati kepada Metrotvnews.com di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015). Foto: MTVN: Achmad Zulfikar Fazli,

Metrotvnews.com, Jakarta: Produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) optimis menghadapi persaingan perdagangan bebas pada Desember 2015. Dalam era tersebut, sejumlah negara ASEAN dapat dengan leluasa menjajakan hasil produksinya di Indonesia.

"Kita sudah siap (bersaing dengan luar negeri)," kata Pakar Komoditi Rumput Laut, Linawati kepada Metrotvnews.com di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015).

Rasa optimis tersebut muncul karena kualitas hasil produksi Indonesia tidak kalah baik dibandingkan negara lain. Linawati mencontohkan, bagusnya kualitas produk Indonesia sudah terlihat dari hasil produksi rumput laut yang telah terjual hingga ke luar negeri.

"Hasil produksi kita tidak kalah. Dari segi kuantitas dan kualitas barang (hasi produksi) kita bagus," optimis Linawati.

Lebih jauh, Linawati mengakui Indonesia sedikit kesulitan bersaing dengan China. Pasalnya, dalam menjajakan hasil produksinya, China berani memberikan harga yang relatif lebih rendah. Namun secara keseluruhan, Linawati menegaskan UKM Indonesia masih dapat bersaing dengan produk manapun.

"China memang kalau menjual harganya murah-murah. Karena mereka pedagangnya dikasih subsidi sama negaranya. Kalau tidak salah 18 persen. Tapi kalau dengan negara lain kita masih relatif sama (harga penjualannya)," ungkapnya.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan ruang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk dapat bersaing dengan perdagangan mancanegara. Melalui pameran Sial Interfood 2015, KKP membantu UKM memasarkan hasil produksi laut dalam negeri. Di antaranya, rumput laut, ikan, serta kepiting.

Pameran ini diikuti sekitar 21 negara, seperti Bangladesh, Bulgaria, China, France, Holland, Indonesia, Iran, Italy, Japan, Korea, Lebanon, Malaysia, Mexico, Oman, Pakistan, Poland, Saudi Arabia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam.


(DEN)