Bantuan Sosial Alih Fungsi Jadi Bancakan Sosial

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 14 Nov 2015 10:42 WIB
bansos
Bantuan Sosial Alih Fungsi Jadi Bancakan Sosial
Pengamat politik LIPI Siti Zuhro. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang digelarnya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember mendatang, fungsi bantuan sosial berubah menjadi bancakan sosial.

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan, alih fungsi bantuan sosial menjadi bancakan sosial yang sudah berlangsung lama disebabkan karena sistem demokrasi Indonesia yang dimainkan oleh banyak partai. Demokrasi banyak partai ini mendorong terjadinya praktek pengalihfungsian anggaran rakyat menjadi anggaran partai.

"Demokrasi kita belum selesai membangun partai politik. Banyak partai politik yang merekrut keder dengan sembarangan, yang tidak serius, yang bukan unggulan," kata Siti, dalam diskusi mingguan bertajuk Bancakan Sosial, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2015).

Menurut dia, peran uang jadi sangat besar untuk berlangsungnya pesta demokrasi. Pasalnya biaya di luar kegiatan politik (non politic cost) jauh lebih besar ketimbang biaya politik itu sendiri. Apalagi, negara hanya mengalokasikan sedikit anggaran untuk partai politik.

Lebih jauh, kata dia, Indonesia mengulang perilaku negatif ini sedemikian lama. Praktek bancakan sosial bukan hanya terjadi 10-20 tahun saja, artinya ada pembiaran yang dilakukan sehingga akhirnya bantuan sosial menjadi bancakan sosial.

"Ini jadi PR Indonesia untuk bangkit. Pembiaran terjadi sekian lama tanpa kita bisa tangkap siapa yang berbuat," pungkasnya.


(MEL)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

16 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA