Napak Tilas Jejak Islam di Klenteng Sam Poo Kong

Nia Deviyana    •    Sabtu, 14 Nov 2015 12:22 WIB
wisata sejarah
Napak Tilas Jejak Islam di Klenteng Sam Poo Kong
Klenteng Sam Poo Kong. (foto:MTVN/Nia Deviyana)

Metrotvnews.com, Semarang: Selain Wali Songo, ekspedisi laksamana Zheng He (dikenal juga dengan Cheng Ho) ke Indonesia membawa pengaruh besar dalam perkembangan corak islam di nusantara. Laksamana muslim asal Cina itu menyebarkan Islam di Nusantara dengan semangat perdamaian. Jejak itu terekam di Sam Poo Kong, klenteng di bagian barat daya kota Semarang, tepatnya di Jalan Simongan Raya No. 129.

Sebelum menjadi bangunan klenteng, Sam Poo Kong dulunya merupakan sebuah goa batu yang kerap digunakan Zheng He untuk shalat sekaligus markas. Bangunan batu itu memiliki lubang bawah tanah sedalam 30 meter, yang pertama kali digunakan Zheng He sebagai tempat berteduh. 

Pada 1700-an, goa itu tertutup longsor dan kemudian dibangun oleh warga sekitar menjadi sebuah klenteng sebagai wujud penghormatan terhadap Zheng He, sekaligus menjadi sarana peribadahan umat Tao, Budha dan Konghucu. 



Jika diperhatikan secara detail, bangunan klenteng memiliki ornamen-ornamen yang bersentuhan dengan Islam, misalnya warna hijau, serta bedug yang tetap dibiarkan di dalam klenteng untuk mengingatkan bahwa Zheng He penganut agama Islam.

Untuk bisa masuk ke dalam klenteng, Anda diharuskan membeli hio (dupa). Jika tidak membeli hio, Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp20 ribu.

Yang unik, Anda bisa meramal nasib Anda di klenteng ini lewat ritual bernama ciamsi. Nantinya, para biokong akan melihat peruntungan baik maupun buruk Anda setelah membakar dupa, uang kertas serta melakukan beberapa ritual. Ritual ciamsi tidak disarankan bagi mereka yang sekadar iseng.

"Siapa saja boleh melakukan ritual ciamsi, tapi syaratnya harus yakin dan menerima dengan ikhlas baik atau buruk hasil yang tertulis," kata Juned, pemandu wisata kota Semarang kepada Metrotvnews.com.



Tak hanya itu, Anda juga bisa berfoto mengenakan cheongsam (baju adat Tionghoa) dengan membayar Rp85 ribu untuk dua kali pose.

Pergi ke bagian belakang bangunan utama klenteng, kita bisa menyaksikan beberapa peninggalan Laksamana Zheng He, salah satunya jangkar kapal setinggi 2 meter yang digunakan saat berlayar. Jangkar tersebut disakralkan sehingga disebut Kyai Jangkar. 



Selain itu, kita juga bisa melihat makam juru masak dan juru mudi Zheng He, akar pohon mirip rantai kapal, serta relief sepanjang 4 meter yang menggambarkan perjalanan laksamana yang menyebarkan Islam di Indonesia sekitar abad ke-15 itu.

Ada juga tempat air suci yang konon jika diminum pasangan suami istri, bisa mempermudah hadirnya buah hati.

Sejak berdiri, Klenteng Sam Poo Kong sudah beberapa kali mengalami pemugaran dan peninggian karena termasuk dataran rendah sehingga mudah tergenang banjir.


(LOV)