Kronologi Insiden Baku Tembak TNI-Polri Versi TNI

Wandi Yusuf    •    Sabtu, 14 Nov 2015 12:23 WIB
bentrokan aparat
Kronologi Insiden Baku Tembak TNI-Polri Versi TNI
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Lubuklinggau: Baku tembak yang terjadi antara anggota TNI dan Polri dibenarkan pihak TNI. Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Saeful, mengatakan kejadian berlangsung pada Jumat, 13 November, sekitar pukul 23.30 WIB di depan sebuah minimarket di Jalan Sumatra, Desa Megang, Kecamatan Lubuklinggau, Lubuklinggau, Sumatra Selatan. 

Sebanyak delapan anggota Detasemen Intel Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat, sedang mengintai tersangka pencurian mobil Innova milik Denintel Kodam III/Siliwangi. Tersangka juga diduga salah satu bandar narkoba.

Pukul 23:35 WIB, lima kendaraan roda empat dari Polres Muara Enim datang ke depan minimarket dan langsung mengepung delapan anggota Denintel. Para anggota Denintel saat itu sedang berada di dalam mobil. Anggota Polres Muara Enim langsung menodongkan sejata laras panjang dan pistol. 

"Terjadi kesalahpahaman akibat miss informasi sehingga terjadi insiden letusan senjata antara anggota Polres Muara Enim dengan Anggota Deninteldam III/Siliwangi," kata Saeful, dalam pesan singkatnya ke Metrotvnews.com, Sabtu (14/11/2015).

Saeful mengatakan, saat pengintaian, Denintel III/Siliwangi tak berkoordinasi dengan Kodam II/Sriwijaya. "Akibat kejadian ini korban luka di kedua pihak dan tidak ada korban jiwa," kata dia.

Saeful mengatakan kejadian ini sedang ditangani Polda Sumsel dan Kodam II/Sriwijaya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes R Djaroed Padakova, membenarkan kejadian itu. "Ya, tadi malam anggota kami sedang melaksanakan tugas, lalu terjadi tembak-menembak," kata dia.

Djaroed mengatakan tak ada korban meninggal dalam peristiwa itu. Kedua anggota TNI yang tertembak saat ini masih dirawat di RS Siti Aisyah. Ia menyatakan insiden itu murni kesalahpahaman. "Ada kesalahan informasi di lapangan. Kejadiannya saat ini sudah kita tangani bersama TNI. Situasi sudah kondusif," kata dia.

Djaroed enggan merinci kejadian di balik penembakan itu. "Motifnya masih kita dalami," ujar dia.


(UWA)