Mantan Tim Anti-Mafia Migas Sebut Perusahaan Ini Dalang Harga Minyak Mahal

Patricia Vicka    •    Sabtu, 14 Nov 2015 15:13 WIB
petral
Mantan Tim Anti-Mafia Migas Sebut Perusahaan Ini Dalang Harga Minyak Mahal
mantan tim Reformasi Tata Kelola Migas (tim Anti-Mafia Migas) Fahmy Radhi. (FOTO: MTVN/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT Pertamina (Persero) melalui auditor independen asal Australia, Kordha-Mentha, selesai melakukan audit forensik pada pengadaan minyak 2012-2014 oleh Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).

Hasil audit tersebut membuat Menteri ESDM Sudirman Said bereaksi. Dia menduga tingginya harga minyak karena adanya intervensi pihak ketiga. Namun sayangnya, Sudirman tak mau menyebutkan siapa pihak ketiga itu.

Menganggapi hal ini, mantan tim Reformasi Tata Kelola Migas (tim Anti-Mafia Migas) Fahmy Radhi menduga pihak ketiga yang disebut-sebut Sudirman Said adalah PT GER. Dugaan itu muncul dari hasil kajian tim anti-mafia migas.

"Kami menduga perusahaan ini yang membawahi beberapa perusahaan yang menjadi partner Petral saat membeli minyak," ujar Fahmi pada Metrotvnews.com, di UGM Yogyakarta, Jumat, 13 November.

Ia menjelaskan, perusahaan yang bermarkas di Singapura ini yang membuat mata rantai penjualan minyak ke Petral menjadi panjang.

"Hasil kajian tim kami, NOC (national oil company) pemenang lelang minyak tak punya minyak. NOC itu membeli minyak dari perusahaan-perusahaan di bawah GER. Mata rantai pembelian minyak yang seharusnya pendek jadi panjang karena NOC enggak punya minyak " jelasnya.

Menurut dia, strategi yang dilakukan GER untuk memenangi tender minyak adalah "bekerja sama" dengan pihak internal Petral agar meloloskan anak perusahaannya dalam tender-tender minyak.

"Tim kami merasa aneh. Kenapa NOC yang menang tender berasal dari negara yang tak punya minyak seperti Vietnam dan Thailand. Lalu kami selidiki dan dugaan kami GER itu yang menyuplai minyak ke NOC," kata dia.

Selain itu pihaknya menduga ada pihak internal Petral yang membocorkan informasi ketentuan lelang ke PT GER agar memenangkan lelang.

"Kami duga ada pihak internal Petral membocorkan informasi tender sehingga orang GER bisa menang lelang. Tapi kami tidak tahu detail siapa informan pembocor itu," kata dia.

Sebelumnya Menteri ESDM hanya mengatakan pihak ketiga ini adalah badan usaha di luar Petral dan Pertamina.


(AHL)