Nama KIH Diganti, Iklim Politik Kondusif

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 14 Nov 2015 15:51 WIB
jokowi
Nama KIH Diganti, Iklim Politik Kondusif
Ketua Populi Centre Nico Harjanto----MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi pendukung pemerintah sudah resmi mengganti nama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menjadi partai-partai pendukung pemerintah. Pergantian nama dinilai bisa membuat iklim positif bagi proses demokrasi di Indonesia.

Menurut Ketua Populi Center Nico Harjanto, pergantian nama tersebut merupakan langkah yang bagus buat dunia politik Indonesia.

"Politik di DPR yang terbelah akan berakhir," tegas Nico ditemui di acara‎ diskusi terkait 'Dunia usaha di antara kepentingan nasional dan persaingan global', di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta, Sabtu (14/11/2015).

Pergantian nama itu membuat politik dalam negeri semakin dinamis dan bergerak bebas. Kondisi itu tidak seperti pada saat koalisi pilpres 2014. Dua kubu yang bersaing nampak kaku lantaran seiya-sekata.

Tak hanya itu, partai-partai pendukung pemerintah pun bakal menciptakan dukungan yang maksimal untuk pemerintah. Sehingga, menghasilkan sinergi yang baik antara pemerintah dan DPR.

"Jika DPR dan pemerintah dalam kekuatan politik yang sama, maka politiknya akan jauh lebih baik lagi," pungkas dia.

Kamis malam, ketua umum partai pendukung Jokowi-JK berkumpul di Istana Merdeka. Mereka membahas sejumlah hal terkait kondisi ekonomi dan politik terkini. Salah satu hasil pertemuan adalah pergantian nama koalisi. Hal itu dilakukan lantaran PAN masuk sebagai pendukung pemerintah.

PAN tadinya tergabung dengan Koalisi Merah Putih, pengusung Prabowo Subiyanto dan Hatta Rajasa di Pemilihan Presiden 2014. Dengan bergabungnya PAN, koalisi Indonesia Hebat selaku pengusung Joko Widodo dan Jusuf Kalla, membuka diri.
 


(TII)