Alasan Ahok Pilih Beton untuk Normalisasi Sungai

Ilham wibowo    •    Sabtu, 14 Nov 2015 17:00 WIB
ahok
Alasan Ahok Pilih Beton untuk Normalisasi Sungai
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama membeberkan alasan menggunakan beton untuk normalisasi sungai. Menurut dia, jika dibuat alami, bentangan sungai harus lebih lebar dua hingga tiga kali lipat dari ukuran saat ini.

Peryataan tersebut menanggapi insiden longsor sepanjang 50 meter lebih di Bibir Waduk Pluit, tepatnya di Jalan Ali Sadikin Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tak jauh dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 56 Jakarta, akibat hujan deras Jumat, 13 November kemarin.

Menurut Ahok, pihaknya akan memperbaiki kerusakan tersebut. Penyebab longsor, kata dia, akibat lumpur dan kelebihan pada saat mengeruk sedangkan penutupnya tidak kuat lantaran tidak menggunakan sheet pile.

"Sekarang mengerti kan. Orang dulu protes saya kenapa sungai Ciliwung di tengah kota pakai sheet pile, pakai beton, bukan dibuat alami," tutur Ahok di Graha Aditya Sabha, Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jalan Daksinapati No. 10 Rawamangun Jakarta Timur, Sabtu (14/11/2015)

Suami Veronica Tan ini menjelaskan perlunya menggunakan beton pada normalisasi kali Ciliwung. Hal ini agar lebih efisien, disamping kuat menahan air lahan yang diperlukan tidak terlalu banyak.

Namun, jika dipaksakan ingin alami. Bisa dibayangkan jumlah lahan yang dibutuhkan dan rumah yang harus digusur agar aliran air saat musim hujan bisa teratasi.

"Kalau alami bentangannya mau berapa lebar? supaya tidak longsor. Kalau lebar 50, mungkin kamu harus 100 sampai 120 meter (lebar sungai) agar menjadi alami. Bisa tidak di tengah kota bangunan dirobohin? Yang ngomong itu seolah-olah Jakarta itu kayak hutan zaman nenek moyangnya. Sungai di tengah kota harus sheet pile," paparnya.


(MEL)