Pemerintah Harus Kelompokkan Petani untuk Atasi Impor

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 15 Nov 2015 09:23 WIB
petani
Pemerintah Harus Kelompokkan Petani untuk Atasi Impor
Petani. Metrotvnews.com Sobih Abdul Wahid

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah seringkali melakukan impor untuk mendatangkan sapi, beras, jagung dan pangan lainnya. Padahal Indonesia bisa mendapatkan semua itu tanpa impor, dengan cara memperbaiki kinerja petani sebaik mungkin.

‎"Ya jangan biarkan petani menanam sendiri-sendiri, mereka harus dikelompokkan, ‎agar kita tidak lagi mengandalkan impor," kata Pengusaha Agribisnis, dan Politiskus Erik Satrya Wardhana, ditemui di acara‎ diskusi di Jakarta, Sabtu, 14 November.

Pengelompokkan petani, sebut Erik, petani ‎bisa menggunakan sistem koperasi. Tapi, selama ini sistem itu tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, cobalah petani dibentuk dalam ruang lingkup koperasi, agar bisa dikelola secara bersama-sama. Alhasil, Indonesia bisa betul-betul mencapai skala ekonomis.

"Dengan ini sendirinya kita bisa mengurangi sruktur biaya lebih efisien, dan manajemen tanamnya lebih baik," jelas dia.

‎Bayangkan saja, dia mengakui, kandungan impor sangat lah tinggi, apalagi setiap tahunnya impor di subsidi terus oleh dana APBN. Akibatnya, Indonesia bisa mengalami kerugian yang besar, tapi pelaku (importir) bisa menikmati keuntungan dari itu.

"Padahal pupuk‎ itu di subsidi loh, jadi kita mensubsidi barang impor, terus kita pertahankan dari tahun ke tahun, seolah-seolah itu biasa saja, dan pelakunya mungkin bisa menikmati keuntungan dari itu, tp negara rugi, orang subsidi kita kan naik terus di APBN. Jadi impor itu menakutkan," tukasnya.

 


(SAW)