Nilai Transaksi Harian Bursa Efek Indonesia Rp4,81 Triliun dalam Sepekan

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 15 Nov 2015 15:19 WIB
bei
Nilai Transaksi Harian Bursa Efek Indonesia Rp4,81 Triliun dalam Sepekan
Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian bursa meningkat 1,10 persen menjadi Rp4,81 triliun di sepanjang pekan kemarin, dari posisi nilai transaksi minggu sebelumnya di level Rp4,75 triliun.

"Dari sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami koreksi 9,67 persen dan rata-rata frekuensi transaksi harian berkurang 5,44 persen," kata Sekretaris Perusahaan BEI Irmawati Amran, dalam siaran persnya, Minggu (15/11/2015).

Meski demikian, menurutnya, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan berhasil ditutup menguat 0,24 persen ke level 4.472,83, bila dibandingkan penutupan di hari sebelumnya walaupun secara mingguan. Pergerakan IHSG sendiri di periode 9-12 November 2015 berkurang 2,05 persen dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.566,55 poin.

Investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp1,50 triliun. Sementara itu aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat net sell Rp19,51 triliun secara year to date.

Sampai dengan saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di sepanjang 2015 adalah 44 emisi dari 35 emiten dengan nilai Rp56,75 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 277 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp250,71 triliun dan USD100 juta, diterbitkan oleh 104 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.405,76 triliun dan USD1.040 juta, dan 5 EBA senilai Rp2,31 triliun.

Satu obligasi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini. Obligasi Berkelanjutan I BII Finance Tahap I Tahun 2015 yang diterbitkan oleh PT BII Finance Center Dengan Tingkat Bunga Tetap telah dicatatkan di BEI pada Jumat, 13 November 2015. Terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan nilai nominal Rp300 miliar dan jangka waktu 3 tahun, dan Seri B dengan nilai nominal Rp200 miliar, sehingga total nilai nominal Rp500 miliar.


(SAW)