Dirut PT Arta Trisna Medco Dipanggil KPK

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 16 Nov 2015 11:18 WIB
kasus korupsi
Dirut PT Arta Trisna Medco Dipanggil KPK
Ilustrasi,--Foto: Dok/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Arta Trisna Medco Daniel Sutrisno dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana tahun anggaran 2009-2011.

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka DPW (Dudung Purwadi, Direktur Utama PT Duta Graha Indah)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2015).

Belum diketahui hubungan bos perusahaan peralatan medis itu dalam kasus ini. Namun, diduga kuat Daniel tahu banyak soal perkara tersebut.

"Seorang saksi dipanggil pasti karena keterangannya diperlukan penyidik," jelas Yuyuk.

KPK diketahui telah mengembangkan kasus dugaan proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana. Lembaga antikorupsi menetapkan Dirut PT DGI Dudung Purwadi dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana Made Meregawa.

Dudung diganjar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Sementara, Made dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Ini merupakan sangkaan kedua bagi Made. Sebelumnya, dia dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Universitas Udayana yang menelan biaya sebesar Rp16 miliar dan diduga merugikan negara sebesar Rp7 miliar.

Dalam kasus tersebut, KPK juga menetapkan Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang sebagai tersangka. PT Mahkota Negara adalah salah satu anak perusahaan Permai Grup, kerajaan bisnis milik mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin.

Sementara, PT DGI tempat Dudung berkerja diketahui juga milik Nazaruddin. Pengusaha Sandiaga Uno sempat tercatat menjadi komisaris PT DGI yang kini sudah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering.


(MBM)