Belum Diproses, Jangan Sampai Seleksi Capim KPK di DPR Cuma Formalitas

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 16 Nov 2015 13:47 WIB
capim kpk
Belum Diproses, Jangan Sampai Seleksi Capim KPK di DPR Cuma Formalitas
Abdullah Hehamahua. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua menyayangkan sikap DPR yang menunda-nunda pembahasan calon pimpinan lembaga antikorupsi. Hingga pertengahan November Dewan masih belum memproses ujian bagi capim KPK.

Padahal, masa tugas Capim KPK jilid III akan berakhir pada 16 Desember. Kondisi ini bisa jadi membuat seleksi capim KPK hanya bersifat formalitas.

"Kalau waktu sudah mepet seperti sekarang, berarti komisioner KPK yang diperoleh hanyalah sekadar pimpinan formal," kata Abdullah dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (16/11/2015).

Menurut dia, seharusnya wakil rakyat menyelesaikan tugas memilih pengganti Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja Cs secepatnya. Namun, DPR malah menunggu batas waktu habis.

"DPR punya waktu tiga bulan sejak menerima nama-nama calon dari Presiden. Jadi mereka masih punya waktu sebulan," jelas dia.

Dia menilai, hal ini bisa berakibat buruk terhadap proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap delapan calon pimpinan KPK. "Sebab, tidak cukup waktu untuk melacak dan mengeksplorasi integritas dan profesionalisme setiap calon secara mendalam," jelas dia.

Abdullah pun bingung mengapa uji kelayakan dan kepatutan tak juga digelar. Dia menduga para legislator sibuk menghadapi pilkada serentak yang jatuh pada 9 Desember mendatang.

"Atau mungkin juga ada anggota DPR yang sibuk melobi agar mereka tidak diproses oleh komisioner baru nanti dengan adanya penangkapan-penangkapan baru yang dilakukan KPK belakangan ini," pungkas dia.

Presiden Jokowi telah menyerahkan delapan nama calon pimpinan KPK ke DPR pada pertengahan September lalu. Delapan nama Capim yang telah lolos dibagi menjadi empat kategori.

Capim KPK untuk kategori pencegahan, yaitu Saut Situmorang dan Surya Chandra. Kategori penindakan: Alexander Marwata dan Basariah Panjaitan. Kategori manajemen: Agus Rahardjo dan Sujanarko. Kategori supervisi dan pengawasan: Johan Budi Sapto Prabowo dan Laode Muhammad Syarif.


(KRI)

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

33 minutes Ago

Golkar akan menerapkakan aturan partai terhadap kader yang dianggap melanggar aturan dan indisi…

BERITA LAINNYA