Kemitraan Baru Indonesia-AS dalam Pengelolaan Hutan

Fajar Nugraha    •    Senin, 16 Nov 2015 14:35 WIB
indonesia-as
Kemitraan Baru Indonesia-AS dalam Pengelolaan Hutan
Foto udara memperlihatkan lokasi penebangan pohon di kawasan hutan Kalimantan Timur (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Center for International Forestry (CIFOR) mencanangkan sebuah kemitraan untuk mengatasi masalah kritis lingkungan hidup terkait pengelolaan hutan dan perlindungan keragaman hayati. 

Kemitraan diwujudkan dalam bentuk kerja sama penelitian dan pemberian beasiswa bagi para calon pemimpin Indonesia untuk belajar di beberapa perguruan tinggi di AS.
 
Kerja sama penelitian ini dititikberatkan untuk menghasilkan data ilmiah solid yang akan membantu pemerintah, sektor swasta, dan LSM, dalam mengembangkan kebijakan dan strategi yang lebih baik untuk mengurangi penggundulan hutan dan emisi gas rumah kaca akibat produksi kelapa sawit. Upaya dilakukan pada saat yang tepat, mengingat bencana kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan pencemaran udara dan kerusakan habitat satwa liar.
 
"Kami percaya kemitraan ini akan membantu menghasilkan ilmu yang tidak bias yang dapat digunakan para pengambil keputusan untuk memberikan solusi dalam memperbaiki kesinambungan hutan," ujar Direktur USAID di Indonesia, Andrew Sisson, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (16/11/2015).
 
USAID menanamkan investasi senilai lima juta dolar untuk kemitraan ini. Setengah dari pendanaan akan digunakan untuk kepentingan penelitian, sementara sisanya akan digunakan untuk mengirim 15-20 warga Indonesia ke Amerika Serikat selama kurun empat tahun untuk menempuh studi pada jenjang S2 (master) dalam bidang yang terkait pengelolaan hutan, konservasi keragaman hayati, dan perencanaan pemanfaatan lahan. Angkatan pertama akan diseleksi pada akhir 2015 untuk memulai studi mereka pada 2016. USAID telah menunjuk CIFOR untuk mengembangkan dan mengelola program beasiswa ini.
 
"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan CIFOR pada saat-saat yang penting ini. Masalah lingkungan hidup memiliki dampak bagi setiap warga Indonesia dan dalam hal perubahan iklim, hal tersebut memengaruhi setiap umat manusia di muka bumi ini," kata Sisson.
 
"Kami merasa gembira, terutama karena dapat merancang sebuah program yang melibatkan baik penelitian maupun peningkatan kapasitas bagi para pemimpin Indonesia di masa mendatang," tambahnya.
 
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.usaid.gov/indonesia atau hubungi Communications Officer USAID, Swiny Andina di +62 (21) 3435-9000 atau sandina@usaid.gov.
 
(WIL)