Kubu Romy Tuding MA Lalai Menangkan Djan Faridz

M Rodhi Aulia    •    Senin, 16 Nov 2015 18:43 WIB
kisruh ppp
Kubu Romy Tuding MA Lalai Menangkan Djan Faridz

Metrotvnews.com, Jakarta: DPP PPP hasil Muktamar Surabaya menilai Mahkamah Agung lalai dalam memutuskan sengketa kepengurusan PPP. MA tidak melakukan verifikasi secara cermat terkait peserta yang hadir pada Muktamar Jakarta.
 
Wakil Ketua Umum PPP kubu Romahurmuziy, Mardiono mengatakan, pihaknya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas MA yang mengesahkan DPP PPP hasil Muktamar Jakarta. "Dalam waktu dekat akan kami ajukan," kata Margiono, kepada Metrotvnews.com, Senin (16/11/2015).
 
Mardiono menilai MA gegabah dalam mengeluarkan putusan. Pasalnya, MA tidak melakukan verifikasi secara cermat terkait peserta yang hadir pada Muktamar Jakarta. Mardiono memastikan, peserta Muktamar yang digelar pada 30 Oktober sampai 2 November 2014 itu ilegal. "Saya bisa pastikan itu," tegas Margiono.
 
Ia mengungkapkan, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, Muktamar wajib dihadiri minimal 2/3 pengurus wilayah. Namun, dalam Muktamar Jakarta, hanya segelintir Ketua DPW, Sekretaris DPW dan atau utusan DPW yang hadir. Margiono menegaskan, sebanyak 26 pimpinan wilayah tidak hadir dalam Muktamar kubu Djan Faridz itu.
 
"Saya jadi saksi hidup. Apalagi, saat itu saya sebagai Ketua Koordinator Wilayah se-Indonesia. Sebanyak 26 ketua dan sekretaris DPW sedang bersama saya di Hotel Crown Plaza Jakarta," ujarnya.
 
Mardiono menegaskan, meski MA dan SK Menkumham menyatakan Djan Faridz sebagai kepengurusan yang sah, pihaknya tidak akan mengakui. "Sampai kiamat, kami tidak akan mengakui PPP kepengurusan Djan Faridz," tegasnya.


(FZN)