Fadli Zon Masih Tak Yakin Setya Novanto Catut Nama Presiden dan Wapres

Githa Farahdina    •    Senin, 16 Nov 2015 21:57 WIB
pencatut nama presiden
Fadli Zon Masih Tak Yakin Setya Novanto Catut Nama Presiden dan Wapres
Ketua DPR Setya Novanto (kiri). Ant/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sudirman Said secara tak langsung membenarkan Setya Novanto sebagai oknum DPR yang meminta jatah dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Namun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon tak mau buru-buru menerima informasi itu.

"Sekarang kita lihat dulu materinya apa, buktinya apa. Kalau benar yang dilaporkan Novanto, menurut saya, Pak Novanto tentu harus menjawab," kata Fadli ketika dihubungi, Senin (16/11/2015).

Wakil Ketua Partai Gerindra ini tak percaya jika Setnov benar-benar melakukan itu. "Saya tidak yakin beliau melakukan hal itu. Apalagi beliau sudah menyampaikan langsung," kata Fadli.

Dalam laporannya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sudirman Said menyerahkan transkrip rekaman pembicaraan Setya Novanto dan beberapa orang terkait sebagai bukti. Fadli mengatakan, jika pembicaraan itu adalah pembicaraan pribadi, perekam bisa saja dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Supaya duduk masalahnya jelas. Apalagi kejadian sudah bulan Juni," ujar Fadli.

Fadli melihat kasus ini sebagai manuver politik pihak tertentu. Apalagi, Sudirman dinilai lebih sering menguntungkan PT FI, salah satunya dengan melanggar Undang-undang terkait ekspor yang dilakukan tanpa smelter.

"Dia ini menurut saya yang banyak memberikan fasilitas untuk Freeport. Tentu bagian dari manuver," kata dia.

Laporan Sudirman ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pun dianggap sangat mentah. Bahkan rekaman yang dijadikan barang bukti bisa saja sengaja dibuat.

"Bisa saja rekaman itu direkayasa. Bisa saja bukan suara Pak Novanto," pungkas dia.

Diketahui, Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Sudirman Said akhirnya menyebut nama politikus DPR pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Sang politikus itu tak lain tak bukan Ketua DPR Setya Novanto.

"Iya, itu ada kop surat Kementerian ESDM, kemudian ada paraf saya. Saya kira ini laporan yang saya sampaikan ke MKD," kata Sudirman dalam wawancara eksklusif dengan Najwa Shihab di Metro TV.
 


(DRI)