Prancis Serang Balik Suriah, Harga Minyak Melonjak

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 17 Nov 2015 08:32 WIB
minyak mentah
Prancis Serang Balik Suriah, Harga Minyak Melonjak
Ilustrasi kilang minyak. (AFP PHOTO/MARC PREEL)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak menguat pada perdagangan Senin waktu setempat setelah mengalami kerugian yang kuat pada pekan lalu akibat serangan mematikan di Paris. Kondisi tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik dan bisa mengancam pasokan minyak global.

Seperti diketahui, Prancis melakukan serangan udara di Suriah melawan Negara Islam pada Senin malam. Negara Islam ini mengaku bertanggung jawab atas serangan Paris. Pemerintah Prancis pun menyerukan Amerika Serikat dan Rusia untuk bergabung dengan koalisi global dalam mengatasi kelompok tersebut.

Kenaikan harga minyak memang terpantau terbatas, namun pada hari itu harga beralih dari positif ke negatif dan kembali lagi ke zona positif. Para pedagang berusaha untuk memahami serangan itu di mana mungkin bisa mempengaruhi pasokan minyak dan permintaan.

Sementara ketegangan geopolitik bagi produsen minyak Timur Tengah cenderung menjadi faktor penguatan untuk minyak karena gangguan potensial untuk pasokan. Produsen pun berharap bahwa serangan Paris tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi di Eropa, yang sebagian besar bisa mengurangi perjalanan pasokan minyak ke benua itu.

Reuters melansir, Selasa (17/11/2015), harga minyak mentah Brent naik tak jauh berbeda dengan harga minyak mentah AS. Harga minyak mentah Brent naik 9 sen menjadi USD44,56 per barel, setelah sebelumnya jatuh ke level USD43,15 per barel.

Sementara itu, harga minyak berjangka AS naik USD1 dan mendarat di USD41,74 per barel, setelah sebelumnya jatuh ke level USD40,06 per barel. Posisi di level USD40 merupakan yang pertama kalinya sejak akhir Agustus ini, menyebabkan beberapa investor melakukan pembelian teknis dalam minyak mentah AS.

Delegasi OPEC dari negara penghasil minyak Teluk mempercayai bahwa harga minyak bisa mendapatkan beberapa dukungan untuk jangka menengah dari meningkatnya ketegangan, terutama langkah-langkah masyarakat internasional mengurangi penyelundupan minyak.


(AHL)