Menyimak Perjalanan Dinasti Kretek Tertua di Indonesia

Nia Deviyana    •    Selasa, 17 Nov 2015 10:51 WIB
Menyimak Perjalanan Dinasti Kretek Tertua di Indonesia
House of Sampoerna. (Foto:MTVN/Nia Deviyana)

Metrotvnews.com, Surabaya: Tak dipungkiri, industri rokok terutama rokok kretek, memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Industri kretek juga menjadi salah satu warisan sejarah yang mengakar secara turun temurun.

Hal itu dapat dilihat di House of Sampoerna. Museum yang terletak di Taman Sampoerna No. 6, Surabaya, Jawa Timur ini mengajak kita untuk melihat perjalanan usaha dinasti kretek tertua di Indonesia milik PT. HM Sampoerna, Tbk. 

Adalah Liem Seeng Tee, pengusaha yang merintis usaha itu dari awal. Ide membuat rokok kretek sendiri muncul setelah Liem memutuskan berhenti bekerja dari pabrik rokok kecil di Lamongan dan merintis warung pertamanya. Siapa sangka, warung kecil itulah yang menjadi cikal bakal perusahaan besar penghasil berbagai merek rokok ternama seperti A Mild, Sampoerna Kretek, serta yang paling legendaris, Dji Sam Soe.


(House of Sampoerna)

Pada 1932 silam, Liem membeli sebuah bangunan bekas panti asuhan milik Belanda untuk dijadikan sebuah pabrik rokok kecil. Untuk menambah modal, ia menjadikan ruang belakang gedung sebagai bioskop yang pernah dikunjungi komedian dunia Charlie Chaplin.

"Ada yang menarik juga, Ibu Liem semasa masih berjualan di warung, suka menyisihkan uang yang diselipkan di bambu-bambu warungnya. Jadi sebagian modal usaha juga berasal dari situ," kata Achmad Alvian, pemandu wisata di museum House of Sampoerna saat dijumpai Metrotvnews.com.

Di mueseum tersebut, Anda juga bisa melihat berbagai jenis cengkeh dan tembakau yang menjadi bahan baku sebuah kretek. Kedua rempah itu merupakan ciri khas sebuah kretek. Masing-masingnya memiliki jenis yang beragam. Beda jenisnya, tentu berbeda juga rasanya.


(Cengkeh, bahan baku kretek)

Selain sebagai museum yang menampilkan sejarah berdirinya Sampoerna, bangunan ini masih beroperasi untuk memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Bisnis Sampoerna sempat turun temurun hingga generasi ke generasi. Namun, biasanya sebuah bisnis akan jatuh terlebih dulu pada anak pertama. Tapi ini tidak, jatuhnya selalu ke anak kedua hingga generasi ke empat.

Namun, saham Sampoerna kini mayoritas dimiliki Philip Morris International. "Jadi sekarang bukan bisnis keluarga lagi karena generasi ke empat sudah tidak ikut terlibat lagi di dalamnya," pungkasnya.
(LOV)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA