Ahok Justru Senang Eksekutif Terseret Kasus UPS

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 17 Nov 2015 11:35 WIB
korupsi ups
Ahok Justru Senang Eksekutif Terseret Kasus UPS
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),--Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI saling melempar bola panas terkait kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS). Keduanya saling menuding terlibat dalam kasus tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak menampik, banyak pihak dari eksekutif yang tersangkut kasus UPS. Sebaliknya juga, anggota dewan tak terlepas dari kasus tersebut.

"Bagus dong (kalau eksekutif dibilang terangkut). Kalau eksekutif yang kena berarti banyak oknum DPRD yang kena," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).

Sebelumnya, Bareskrim Polri kembali menetapkan dua anggota DPRD sebagai tersangka kasus UPS yakni FZ dan MF. Namun, Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik belum menerima surat resmi terkait penerapan tersangka tersebut.

Malah, Taufik menyebut seharusnya andil Pemprov DKI yang perlu disorot dalam korupsi sehingga negara menelan kerugian sekitar Rp50 miliar. "Yang sudah pasti (melakukan korupsi) kan dari eksekutif," ujar Taufik.

Kasus ini bermula dari ditemukannya keberadaan anggaran pengadaan UPS sebesar Rp330 miliar di APBDP DKI 2014. Angka ini dianggap tak wajar. Pemprov DKI pun membawa kasus ini ke ranah hukum.

Sebelumnya, Bareskrim sudah menetapkan dua tersangka yakni mantan Kadisorda DKI Zainal Soelaeman dan mantan Kasie Sarana Prasarana Dikmen Jakarta Barat Alex Usman sebagai tersangka dalam kasus itu. Keduanya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan UPS itu di SKPD-nya masing-masing.


(MBM)