Pria Transgender Ini Putuskan Merawat Anak yang Dilahirkannya

   •    Selasa, 17 Nov 2015 13:52 WIB
keluarga
Pria Transgender Ini Putuskan Merawat Anak yang Dilahirkannya
Kayden & Azaelia. (foto:dailymail)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang pria transgender sangat terkejut saat dirinya dinyatakan hamil setelah 10 tahun hidup sebagai seorang pria. Kayden Coleman, mengaku sering mengalami nyeri punggung dan meminta kekasihnya Elijah untuk memijatnya.

"Rasanya seperti ada bantal di bawah perut yang mengganjal," tutur Kayden seperti dikutip Daily Mail.

Awalnya, dia bercanda untuk mencoba tes kehamilan. Kayden pun memutuskan pergi ke dokter dan hasilnya pun mengejutkan. Dirinya dinyatakan tengah hamil 21 minggu. Padahal, Kayden sudah melakukan operasi untuk mendapatkan hormon laki-laki dan hendak melakukan mastektomi ganda. 

Sebelum melakoni mastektomi ganda, dokter menyarankan Kayden untuk menghentikan hormon laki-lakinya selama enam minggu. Dia tidak pernah berpikir rentang kecil ini ternyata memiliki risiko kehamilan yang tinggi.

Kayden sebelumnya tidak pernah mengungkapkan dirinya adalah seorang transgender. Keluarga besar Elijah pun tak mengetahuinya. "Ketika Kayden hamil, kami tahu harus memberi tahu mereka (keluarga)," jelas Elijah.

Kayden berhasil meelahirkan seorang putri cantik yang diberi nama Azaelia. Sayangnya, musibah pun mulai bermunculan. Kayden menderita depresi setelah melahirkan selama satu tahun dan keluarga Elijah melontarkan beberapa komentar yang 'buruk' padanya.

Untungnya, kedua pasangan ini sukses melewati masa-masa sulit. Kini, sang putri, Azaelia sudah hampir berusia dua tahun. Kayden telah mendokumentasikan kehidupannya di YouTube.

Ia berencana memberitahu sang anak bagaimana kehidupan yang sesungguhnya setelah berusia 5 tahun agar tidak merasa bingung nantinya. Kayden dan Elijah sendiri telah menikah pada Juli 2013 silam.

"Meskipun saya transgender, saya dan Elijah sangat mencintai anak kami. Bahkan kami mampu mencintai lebih banyak daripada orangtua umumnya. Kami tidak ingin anak kami tumbuh dengan intimidasi," tutupnya. (Sumarni)


(LOV)