KPK Dalami Dugaan Korupsi Petral

Cahya Mulyana    •    Selasa, 17 Nov 2015 15:12 WIB
petral
KPK Dalami Dugaan Korupsi Petral
KPK----MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima hasil audit forensik Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang dilakukan auditor Australia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua berkas itu sedang ditelisik KPK.

Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menerangkan telisik dilakukan buat mengetahui ada tidak tindak pidana korupsi dalam hasil audit tersebut. "Per hari ini, kedua dokumen masuk dalam tim kajian yang akan menelisik apakah ada fraud (dugaan tindak pidana korupsi)," kata Yuyuk di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).

Dokumen, kata Yuyuk, diterima Senin, 16 Oktober. Tim KPK langsung menelaah dokumen tersebut. Yuyuk mengatakan, fokus telaah ditujukan buat mencari tahu apakah ada dan berapa kerugian negara serta apakah ada pihak yang mendapatkan keuntungan, termasuk siapa yang paling bertanggung jawab.

Jika ditemukan bukti kuat, kata Yuyuk, pihaknya tak bakal berlama-lama menetapkan melakukan upaya lanjutan. "Itu akan dibawa ke tahap berikutnya, penyelidikan," terangnya.

Hal itu diperkuat penuturan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji. Ia menegaskan, KPK akan menangani serius apabila terdapat dugaan tindak pidana korupsi PT Petral.

Indriyanto menegaskan, KPK akan langsung bekerja menyelidiki dugaan korupsi PT Petral ketika pemerintah menyerahkan dokumen hasil analisa auditor. "Semua penegak hukum akan siap. Siapa pun penegak hukum akan berpartisipasi bagi penegakan hukum atas masalah ini," jelas Indiryanto.

Audit Petral bermula dari permintaan pemerintah kepada direksi PT Pertamina (Persero) untuk mendalami dan menyelesaikan audit forensik terhadap PT Petral. Proses itu untuk mencari tahu penyebab biaya tinggi dan tidak optimalnya korporasi menjalankan perusahaan.

Audit terhadap Petral dilakukan Mei 2015. Audit mencakup kegiatan Petral dalam kurun 2012-2014. Proses itu dilakukan auditor independen, KordaMentha, di bawah supervisi Satuan Pengawas Internal Pertamina.

Terdapat tiga kegiatan yang sudah dan sedang dilakukan terhadap Petral, yakni kajian mendalam (due dilligence) terhadap aspek keuangan dan pajak yang dilakukan EY serta legal oleh HSF dan wind-down process berupa inovasi kontrak, settlement utang piutang dan pemindahan aset kepada Pertamina.

Beberapa temuan auditor antara lain ketidakefisienan rantai suplai berupa mahalnya harga minyak mentah dan produk yang dipengaruhi kebijakan Petral dalam proses pengadaan, pengaturan tender migas, kelemahan pengendalian harga perkiraan sementara, kebocoran informasi tender, dan pengaruh pihak eksternal.


(TII)