Vladimir Putin: Negara G-20 Biayai Operasi ISIS

Fajar Nugraha    •    Selasa, 17 Nov 2015 15:44 WIB
prancis diserang
Vladimir Putin: Negara G-20 Biayai Operasi ISIS
Presiden Vladimir Putin dan Presiden Barack Obama di G-20 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa sebagian negara anggota G-20, membiayai operasi kelompok militan Islamic State (ISIS).

"Saya menyediakan contoh berdasarkan data dari pendanaan dari berbagai unit ISIS, yang datang dari individu. Uang ini, seperti yang kami ketahui berasal dari 40 negara dan ada negara anggota G-20 turut termasuk," ujar Putin, seperti dikutip RT, Selasa (17/11/2015).

Namun Putin tidak menyebutkan nama negara anggota G-20 yang dia maksud. Putin juga menilai pentingnya mengatasi peredaran minyak ilegal oleh ISIS.

"Saya sudah memperlihatkan foto yang diambil dari udara kepada kolega-kolega kami. Dari foto itu jelas menunjukkan terjadi perdagangan minyak ilegal," ucap Putin.

"Ada iring-iringan mobil yang mengisi ulang minyak hingga puluh kilometer. Ini tampak jelas terlihat dari ketinggian 4.000 hingga 5.000," tuturnya.

Mengenai kesiapan Rusia untuk memerangi ISIS di Suriah dan mempersenjatai oposisi, Putin mengatakan, "Beberapa kelompok oposisi menilai sangat mungkin untuk memulai operasi aktif melawan ISIS dengan dukungan dari Rusia".

"Kami siap untuk menyediakan dukungan semacam itu dari udara. Jika memang terjadi, hal tersebut bisa menjadi dasar yang baik untuk pemecahan masalah secara politik. Kami tetap membutuhkan dukungan dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Arab Saudi, Turki, Iran," tegas Putin.

Putin pun mengklaim bahwa AS sudah mengubah sikap untuk bekerja sama dengan Rusia, setelah serangan yang terjadi di Paris.

"Setiap pihak perlu mengorganisir tugas secara spesifik dengan konsentrasi pencegahan serangan teroris dan mengatasi terorisme dalam skala global. Kami menawarkan kerja sama (dengan AS) dalam upaya mengatasi ISIS, sayangnya, AS menolaknya. Mereka menulis penolakan dalam sebuah catatan bertuliskan:  'Kami menolak tawaran Anda," sebut Putin.

Presiden Putin pun turut mementahkan kritikan Barat mengenai tindakan Rusia di Suriah. Menurutnya, permintaan Rusia kepada Barat untuk menyediakan informasi target teroris di Suriah selalu diabaikan.

Bagi Putin, mungkin pihak Barat takut untuk memberitahu lokasi keberadaan teroris. Menurutnya, Barat takut kalau Rusia lebih dulu mengenai target ISIS.


(FJR)