Bocoran Laporan Sudirman Said di Mata Najwa tak Bisa Dipidana

Meilikhah    •    Rabu, 18 Nov 2015 01:04 WIB
pencatut nama presiden
Bocoran Laporan Sudirman Said di Mata Najwa tak Bisa Dipidana
Salah satu tayangan Sudirman Said dalam dialog Mata Najwa terkait pencatutan nama presiden.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerhati pers Agus Sudibyo menilai bocoran laporan Menteri ESDM Sudirman Said tentang pencatutan nama presiden yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam tayangan Mata Najwa Metro TV tak bisa dibawa ke ranah pidana.

Menurut Agus, tayangan tersebut murni karya jurnalistik. Jika benar terdapat pelanggaran, mestinya, kata dia, juga diselesaikan di ranah jurnalistik, bukan pidana.

"Tayangan Mata Najwa soal bocoran laporan Menteri ESDM tidak dapat dipidanakan. Ini karya jurnalistik yang mesti diselesaikan secara jurnalistik," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (17/11/2015).

Dalam tayangan eksklusif Mata Najwa, Sudirman Said membenarkan bahwa pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan PT Freeport Indonesia adalah Setya Novanto. Pernyataan itu ia tuangkan dalam laporan tindakan tidak terpuji Setya Novanto untuk Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Berkaca dari pernyataan Sudirman melalui tayangan Mata Najwa, Agus berpendapat mungkin saja laporan tersebut bersifat rahasia. Namun, kutipan rahasia tersebut bisa dianulir manakala memenuhi satu syarat untuk dibuka ke publik.

"Atas nama kepentingan publik yang lebih besar, kerahasiaan suatu informasi dapat dianulir. Sesuai dengan Undang-undang keterbukaan informasi," jelas Agus.


(MEL)