Warga Pati Sujud Syukur Gugatan Penolakan Izin Pembangunan Pabrik Semen Dikabulkan

   •    Rabu, 18 Nov 2015 04:12 WIB
Warga Pati Sujud Syukur Gugatan Penolakan Izin Pembangunan Pabrik Semen Dikabulkan
Warga penolak pabrik semen di Sukolilo, Pati hadiri sidang di PTUN Semarang, Jateng, Selasa (17/11) setelah semalam longmarch sejauh 80 km. (Metrotvnews.com/Deo Dwi Fajar)

Metrotvnews.com, Semarang: Majelis hakim dalam Perkara Tata Usaha Negara Semarang Nomor: 015/G/2015/PTUN menjatuhkan putusan menerima gugatan warga tentang penolakan pembangunan pabrik Semen serta penambangan Batugamping dan Batulempung PT Sahabat Mulia Sakti, di Pati, Jawa Tengah.

Pengabulan gugatan itu sontak membuat para pemohon gugatan yang diwakili Jasmo, Wardjo, Paini, Samiun dan Sardjudi langsung sujud syukur. Tak cuma itu, ribuan petani dari Pegunungan Kendeng, mahasiswa hingga tokoh agama pun turut hadir dan bergembira atas pengabulan gugatan tersebut.

Di luar ruang sidang, kebahagiaan pendukung gugatan pun tak kalah ramai. Penampilan barongsai, lagu Indonesia Raya hingga Mars Kendeng digaungkan sebagai wujud syukur para petani. Mereka bahkan spontan menangis dan sujud syukur meluapkan kebahagiaan.

Jasmo adalah sebagian kecil dari ribuan masyarakat yang menolak rencana Pembangunan Pabrik Semen serta Penambangan Batugamping dan Batulempung di Kabupaten Pati oleh PT. SMS.

Sejak tahap penyusunan dokumen AMDAL masyarakat telah melakukan penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen berkali-kali. Orasi menyampaikan pendapat, diskusi umum, audiensi, bahkan masukan secara tertulis sudah dilakukan sebagai bentuk penolakan.
 
Keputusan tersebut berpotensi menggusur dan menghilangkan lahan-lahan pertanian masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penyokong kedaulatan pangan. Lahan yang akan digunakan untuk kebutuhan pabrik adalah seluas 180 hektare. Sebagian lahan berupa lahan pertanian produktif.

Sedangkan pada kegiatan penyediaan lahan untuk rencana lokasi tapak pabrik dan tapak tambang menggunakan lahan milik Perhutani sekitar seluas 484,96 hektare, di mana lahan tersebut telah dimanfaatkan oleh petani hutan (Pesanggem) untuk budi daya tanaman pertanian.
 
“Putusan ini sungguh sesuai dengan harapan warga, perjuangan sejak tahun 2006 dan tirakat jalan kaki Pati-Semarang membuahkan hasil. Ijin dicabut karena tidak sesuai dengan Perda RT/RW“ ujar kuasa hukum warga, Zainal Arifin.
 
“Kami berharap semua pihak menghormati proses ini. PT SMS batal berdiri di pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati. Namun tantangan pabrik semen di daerah lain juga masih ada, maka perjuangan masih terus berlanjut,“ tutup Zainal.
(MEL)