Bos Pelindo: Kereta Api Pelabuhan Tak Atasi Masalah Macet

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 18 Nov 2015 09:24 WIB
kereta api
Bos Pelindo: Kereta Api Pelabuhan Tak Atasi Masalah Macet
Dirut Pelindo II RJ Lino. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat diminta jangan terlalu berharap dengan adanya kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang nantinya dinilai bisa mengurai masalah kemacetan di daerah tersebut.

"Jangan terlalu anggap kereta api menyelesaikan masalah. Itu enggak," kata Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino di Jakarta, Selasa, 17 November.

Menurut Lino, di beberapa negara seperti Australia dan Jepang menerapkan pengangkutan barang menuju pelabuhan memakai kereta api. Namun, porsi barang yang diangkut melalui kereta api sangat kecil.

"Kan bisa gunakan patokan di seluruh dunia. Di negara lain ada Australia, pangsa pasarnya itu cuma tujuh persen. Jepang itu cuma 3,8 persen," ulasnya.

Lantas, di Priok, paling besar hanya bisa mengangkut tiga persen dari total barang yang masuk. Sehingga jika dipaksakan lebih dari itu maka akan menganggu pergerakan kereta api yang mengangkut penumpang. Sementara kereta penumpang adalah prioritas.

"Di Priok, pangsa pasar tiga persen itu sudah istimewa. Karena ke Priok itu kereta api lewat Kramat, Pulo Gadung, Kemayoran. Lintasannya satu bidang. Jadi kalau banyak sekali itu macetnya di mana-mana. Apalagi di Jakarta itu kan prioritas adalah manusia, kereta penumpang. Makanya kalau tiga persen itu sudah istimewa," tuturnya.

Kendati demikian, Lino mengungkapkan dari informasi yang diterimanya, lahan sudah selesai‎ dan tidak dalam waktu lama akan selesai.

"Bagian saya kan‎ siapkan lahannya, dua tahun lalu sudah siap lahannya, tapi masalahnya untuk masuk ke sana ada lahan penduduk yang harus dibebaskan. Sudah selesai itu masalahnya. Bagian saya sudah disediakan," jelasnya.


(AHL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA