Migrasi Chip untuk Kartu Debit Masih Terkendala

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 18 Nov 2015 13:36 WIB
bank indonesia
Migrasi <i>Chip</i> untuk Kartu Debit Masih Terkendala
Deputi Gubernur BI Ronald Waas (MI/ADAM DWI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih memiliki sejumlah kendala untuk mengimplementasikan migrasi kartu debit dari teknologi magnetic stripe ke teknologi chip. Namun, migrasi ini perlu dilakukan karena berkaitan erat dengan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, utamanya para nasabah perbankan.

Deputi Gubernur BI Ronald Waas menjelaskan, hambatan dalam penggunaan kartu chip bukan hanya terletak di perubahan kartu semata namun harus ada penyesuaian pula dari perubahan mesin ATM yang jumlahnya mencapai 100 ribu unit dan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang jumlahnya mencapai kurang lebih satu juta.

"Saya rasa migrasi dari kartu yang magnetic ke chip sudah suatu keharusan karena peningkatan keamanan chip jauh lebih baik, dan ini komitmen lama kita," tegas Ronald, ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 17 November 2015.

Ia tidak menampik migrasi ke kartu chip untuk kartu debit memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit, terlebih prosesnya cukup rumit. Namun, BI sudah menetapkan ketentuan atas batas migrasi tersebut hingga akhir tahun ini.

"Jadi ekosistem ini menuntut kita untuk menata dengan baik. BI juga tidak ingin konsumen dirugikan, karena pihak-pihak tertentu agar konsumen tidak diberatkan," jelas dia.

Lebih dari itu, lanjut Ronald, peralihan dengan menggunakan kartu chip ini diharapkan mampu mendorong perbaikan terhadap transaksi e-commerce di Tanah Air. Dalam hal ini, BI dan pemerintah terus berusaha agar aktivitas bisnis di e-commerce bisa lebih baik lagi guna meningkatkan daya saing di waktu-waktu mendatang.


(ABD)